Survei Kompas Elektabilitas Jokowi 55,9%, Saatnya Prabowo-SBY Satukan Kekuatan


[PORTAL-ISLAM.ID] Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan. Sementara elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi penantang terkuat petahana justru mengalami penurunan.

Dikutip dari koran Kompas hari ini, Senin (23/4/2018), responden yang memilih Jokowi apabila pilpres digelar saat ini mencapai 55,9 persen.

Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, elektabilitas Jokowi masih 46,3 persen.

Sementara itu, potensi keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu yang merekam angka 18,2 persen.

Link: https://nasional.kompas.com/read/2018/04/23/08051871/survei-kompas-jokowi-559-persen-prabowo-141-persen

***

Melihat hasil survei Litbang Kompas yang dikenal kredibel dengan hasil surveinya ini, pengamat publik Ardi Wirdamulia, PhD (@awemany), menyampaikan kalau ingin tetap mengalahkan petahana Jokowi maka jangan memaksakan untuk kembali mengajukan Prabowo.

"Kompas mengeluarkan hasil surveynya. 56% akan memilih Jokowi hari ini. Saya tahu Kompas tidak akan bermain-main dengan kredibilitasnya. Mungkin ada bias, tapi ngga akan lebih dari margin of errornya. 2.8%. Jadi safe kalo bilang lebih 50% memilih Jokowi di hari survey."

"Dengan hasil seperti ini, ada kemungkinan Puan atau BG jadi pilihan utama bagi cawapres Jokowi. Dan tentu saja buat saya ini kemungkinan buruk. Kalo Prabowo tetap ngotot maju, pasangan ini (Jokowi-Puan/BG) bisa menang. Suram."

"Saya sudah mulai bosan berandai-andai. Pihak lawan Jokowi sekarang malah sibuk bertengkar alih-alih menyatukan kekuatan. Survey Kompas ini adalah refleksi yang baik. Belum ada capres lain yang ngangkat."

"Bertengkarnya kubu lawan Jokowi ini juga ada kaitannya dengan group-think. Beranggapan Jokowi sudah melemah. Jadi semua pengen ada di atas arus. Survey Kompas ini mendudukkan pada realitas. Jokowi masih kuat."

"Yang paling bener itu ya Prabowo dan SBY berembug sebagai king makers. Memainkan pertaruhan besar yang berjudul Anies-AHY. Kalo mau ganti presiden, cuma ini caranya. Itupun perjuangannya masih akan berat sekali. We'll see."

"Omongan gue sih ngga berubah. Kalo masih maksain Prabowo yang maju, tahun 2019 kita bakal dapet Jokowi-Puan atau Jokowi-BG. Mau?"

"Pada keras kepala banget. Ngga bisa dibilangin."

Demikian disampaikan Ardi Wirdamulia, PhD melalui akun twitternya (@awemany), Senin, 23 April 2018.