SBY: Insya Allah Ada Pemimpin Baru 2019; Anies-AHY?


[PORTAL-ISLAM.ID] Partai Demokrat hingga kini belum menentukan arah dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Namun, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengisyarakatkan akan mengusung capres cawapres di luar nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Nama capres dan cawapres yang akan diusung itu akan diumumkan setelah SBY melakukan safari politik ke sejumlah daerah.

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," kata SBY di hadapan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Banten, Minggu (24/4/2018), seperti dikutip CNN Indonesia.

SBY tidak melanjutkan penjelasan soal kemungkinan nama yang akan diusung partai berlambang bintang mercy itu.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan saat ini Partai Demokrat sedang memainkan sebuah strategi cantik jelang Pilpres. Dia mengibaratkan Pilpres sebagai permainan sepakbola.

"Terus tik tok tik tok [Menggiring giring bola] sampai depan gawang. Ini sudah babak kedua. Kalau hanya mengumumkan capres-nya saja belum lengkap. Kami akan selesaikan dulu Pilkada sampai Juni, Juli bercakap-cakap ke situ [Pilpres], kemudian Agustus akan kami ambil langkah," kata Hinca.

Hinca menambahkan capres yang diusung atau berkoalisi dengan Partai Demokrat akan memiliki tiga keuntungan. "Istilahnya, beli satu dapat tiga," kata Hinca.

Pertama, calon tersebut memperoleh suara 10 persen pendukung Demokrat. Kedua, mendapatkan pengalaman SBY yang pernah menjadi Presiden selama dua periode, dan ketiga, mendapatkan dukungan politik dari 100 juta pemilih milenial yang merupakan pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Jadi koalisi bukan soal siapa cawapresnya, tapi kami akan berkoalisi dengan program yang kami terima," ujarnya.

Partai Demokrat, menurut Hinca, akan terus mendongkrak elektabilitas AHY sebagai cawapres, yang saat ini menurut lembaga survei Cyrus Network mencapai 15 persen. Demokrat menginginkan elektabilitas AHY mencapai 20 persen hingga Agustus 2018.

"Survei terakhir, AHY naik mencapai 15 persen. Kami yakin akan naik lagi," kata Hinca.

Duet Anies-AHY Berpeluang Kalahkan Jokowi

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Andi Arief mengatakan pasangan kuat yang bisa mengalahkan petahana Jokowi adalah Anies Baswedan - AHY.

"Menurut saya kemungkinan Anies dan AHY menang juga cukup besar jika melawan Jokowi dengan BG atau Puan. Mari bertaruh sepeda," kata Andi, seperti dikutip RMOL.