NAHLOH! Wartawan Senior: Semua Protes “Partai Setan”, Berarti Semua Ingin “Hizbullah”


[PORTAL-ISLAM.ID]  Alhamdulillah sekali, tidak ada satu pun yang rela terhadap sebutan “partai setan”. Semua orang tidak senang. Saking tak senangnya terhadap sebutan itu, ketua umum Cyber Indonesia, Aulia Fahmi, melaporkan Pak Amien Rais ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan ujaran kebencian. Pak Amien dituduh melakukan hate-speech dan penodaan agama dalam ceramahnya di sebuah masjid di Jakarta, belum lama ini.

Dalam ceramah itu, Pak Amien mengatakan bahwa berdasarkan penjelasan al-Qur’an, di dunia ini hanya ada dua “hizb” (partai) yaitu “hizbullah” (partai Allah) dan “hizbus-syaithan” (partai setan). Tokoh Reformasi ini kemudian menyampaikan klarifikasi bahwa yang dimaksudkan bukanlah partai dalam konsep politik parlementer, melainkan “jalan pikiran dan tindakan”. Yang berjalanpikiran dan bertindakan setan, masuk dalam “partai setan”. Sedangkan yang berjalanpikiran dan bertindakan untuk Allah SWT, masuk dalam “partai Allah”.

Tetapi, klarifikasi itu tidak diterima oleh semua. Aulia Fahmi tetap melanjutkan perkaranya. Artinya, beliau ini sangat tidak rela mendengar sebutan “partai setan”. Para politisi lain juga meradang. Petinggi Partai Hanura, Inas Nasrullah, sampai-sampai menyebut Pak Amien sebagai “politisi comb**an”.

Teuku Taufiqulhadi dari Partai NasDem mengatakan, tanpa melaporkan ke polisi, Pak Amien Rais akan hancur sendiri. Sejumlah politisi lain juga ikut prihatin. Sekjen PPP Arsul Sani mengimbau agar Pak Amien Rais berhati-hati menggunakan kata-kata.

Salah seorang bintang Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menilai ceramah Pak Amien soal “partai setan” sangat berlebihan. Wakil Sekjen Partai Silodaritas Indonesia (PSI) Danik Eka Rahmaningtyas mengatakan sangat tidak bijak membuat kategori “partai Allah” dan “partai setan”.

Tak ketinggalan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko ikut berkomentar. Menurut mantan KSAD ini, Pak Amien sebaiknya bijak dalam membuat pernyataan.

Jadi, tidak ada yang nyaman dengan “partai setan”. Semua protes. Mengecam penggunaan terminologi itu. Semua menolak. Tentu ini sangat logis dan wajar. Sebab, para politisi Indonesia adalah orang yang beragama dan berakhlak mulia. Luar biasa!

Lantas, apa hikmah yang bisa dipetik dari protes dan penolakan terhadap “partai setan”?

Hikmahnya sangat gamblang. Sangat jelas, sejelas kristal. Yakni, dari penolakan dan protes itu kita mendapatkan isyarat bahwa rata-rata politisi Indonesia memihak kepada “partai Allah”. Mereka ingin Hizbullah.

Mengapa bisa disebut begitu? Sederhana saja. Bahwa penolakan terhadap “partai setan” secara otomatis berarti penerimaan terhadap “partai Allah”. Sebab, opsinya memang hanya dua partai ini saja.

Penerimaan terhadap “partai Allah” tentu merupakan pertanda yang sangat membesarkan hati bagi kaum muslimin di sini. Penerimaan itu merupakan keinginan untuk membentuk “hizbullah”. Karena itu, cepat-cepat ambil peluang untuk membentuk “partai Allah”.

Jadi, bergegaslah Anda karena ”hizbullah” adalah partai yang dijamin Allah pasti menang dunia-akhirat.

Kok bisa menang di dunia? Lihat saja buktinya. Baru diceramahi sambil lalu saja oleh Pak Amien, “hizbus-syaithan” langsung ditolak semua orang. Saking takutnya dikaitkan dengan setan, sampai-sampai ada yang salah langkah dengan melaporkan Pak Amien Rais ke polisi. Itu artinya tidak ada tempat bagi “partai setan” di Indonesia. Nah, bukankah ini pertanda positif bagi “Hizbullah” untuk berkiprah?

Sebagai penyemangat perlu diingat bahwa “partai Allah” dipastikan akan menjadi kekuatan terbesar. Karena, keanggotannya mencakup segenap kaum muslimin; lintas orpol, lintas ormas, lintas mazhab.

Hizbullah di Indonesia bakalan lebih besar dari Hizbullah di Lebanon. Sebab, penduduk Indonesia 40 kali lipat dari jumlah penduduk Lebanon. Israel pasti ketakutan. Apalagi “Israel”-nya Asia Tenggara.

Penulis: Asyari Usman