Kritik Jokowi Bagi-bagi Sembako, Dosen di Malut Diperiksa Polisi


[PORTAL-ISLAM.ID] Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Hasby Yusuf diperiksa Reskimsus Polda Malut setelah mengkritik Presiden Joko Widodo di media sosial, Twitter. Padahal, dirinya mengaku hanya sebatas menyampaikan kritik terkait Jokowi yang membagi-bagikan sembilan bahan pokok (sembako) ke masyarakat.

"Saya hanya melaksanakan hak menyatakan pendapat terhadap jalannya pemerintahan. Kritik saya bertujuan untuk meluruskan jalan rezim berkuasa dan semua elemen negara agar sesuai dengan harapan rakyat," kata Hasby kepada rilis.id, Senin (23/4/2018).

Meski begitu, Sekretaris Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Malut itu menegaskan, siap bila kritiknya terhadap Jokowi itu dianggap dosa. Dia juga siap menjalani proses hukum yang ada.

"Saya percaya serusak apapun penegakan hukum di negeri ini, saya masih percaya bahwa cahaya keadilan masih tetap bersinar pada para penegak hukum," ujarnya.

Hasby mengungkapkan, dia tidak merasa takut sedikit pun dengan kritiknya yang membuatnya diperiksa polisi. Menurutnya, nantinya pasti ada pertolongan berupa keadilan bagi orang-orang yang benar.

"Tidak ada kekuataan yang lebih hebat dan lebih kuat dari kekuataan Allah. Itu keyakinan saya dalam menghadapi masalah ini. Keperpihakan saya hanya pada agama, dan hingga kapan pun akan membela agama, para habaib dan para ulama," tegasnya.

Sebelumnya, Hasby menyampaikan kritikan kepada Jokowi soal bagi-bagi sembako melalui aku twitternya @HasbyYusuf3. Dia menyebut rendahnya kualitas kepala negara yang sampai turun langsung membagikan sembako menggunakan tas kresek.

"Bagi-bagi sembako menjelang pilpres menunjukkan rendahnya kualitas kepala negara. Cukup pak kades yg bagi-bagi sembako. Kepala negara urusnya stok pangan nasional bukan tas kresek," cuitnya pada 21 April 2018.



Sumber: Rilis.id

***

Apa kabar Wanda Hamidah???

"Jangan sampai nanti engga bisa ngeritik lagi... baru nyesel"