KLARIFIKASI: MUI Tegaskan tak Halangi Penuntutan Sukmawati


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak menghalangi masyarakat yang ingin menuntut Sukmawati Soekarnoputri secara hukum. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat, KH Cholil Nafis mengatakan, MUI belum mengeluarkan keputusan apapun terkait status hukum Islam puisi Sukmawati yang kontroversial.

Menurut dia, Ketua Umum MUI Prof KH Ma'ruf Amin hanya berharap agar masyarakat menghentikan tuntutan hukumnya karena ulama lebih suka menuntun daripada menuntut. Namun, kata dia, MUI tidak menghalangi masyarakat yang ingin melakukan penuntutan terhadap Sukmawati.

"Harapan agar tidak menuntut itu ya sekedar harapan tak berarti menghalangi hak dan keinginan masyarakat yang hendak menuntutnya," ujar KH Cholil Nafis, kepada Republika.co.id, Ahad (8/4).

Kamis (5/4) kemarin, Sukmawati mendatangi MUI dan diterima langsung oleh KH Maruf Amin. Sukmawati meminta maaf atas kesalahannya dalam puisinya yang berjudul 'Ibu Indonesia'.

Namun, menurut KH Cholil, MUI sebenarnya belum mengeluarkan keputusan apapun terkait status hukum kasus tersebut.

"Sebab untuk mengeluarkan sebuah keputusan itu MUI memerlukan kajian yang mendalam," ucapnya.

KH Cholil mengatakan, Kiai Maruf selaku ketua Umum MUI menerima permintaan maaf Sukmawati karena sebagai ulama Kiai Ma'ruf lebih senang menuntun dari pada menuntut. Saat Sukmawati meminta untuk dintuntun, maka ulama siap menuntun dan berharap menghentikan tuntutan hukum.

"Sebenarnya lebih kepada pembagian kerja saja di mana ulama itu tugasnya menuntun keislaman bukan menuntut hukum, sedagkan ahli hukum dan pengacara yang tepat memprosesnya secara hukum," katanya. (Republika)

***

Seperti ramai diberitakan, Sukmawati Soekarnoputri dinilai melecehkan agama Islam yang menyinggung azan dan cadar.

Dalam puisi yang berjudul "Ibu Indonesia", Sukmawati mengatakan:

"Aku tak tahu Syariat Islam
Yak kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu.."

[Berikut video puisi Sukmawati]