Kejutan Pilpres Mesir: Bukan Capres, Mohamed Salah Malah Raih Suara Runner Up


[PORTAL-ISLAM.ID] Juara kedua pemilihan presiden 26-28 Maret 2018 di Mesir bukanlah Moussa Mostafa Moussa, lawan tunggal Presiden Abdel Fattah al-Sisi, tetapi legenda sepakbola Mesir Mohamed Salah.

Hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Mesir jauh hari sudah diprediksi bakal memuluskan rezim Abdel Fattah Al-Sisi berkuasa kembali.

As-Sisi mulai berkuasa setelah mengkudeta Presiden sah Mesir yang dipilih secara demokratis, Mohamed Mursi.

Dan benar, KPU Mesir mengumumkan Pilpres Mesir 2018 dimenangkan oleh Abdel Fattah As-Sisi dengan perolehan suara nyaris 100 persen (97,08%).

Saingan As-Sisi, Moussa Mustafa, hanya mendapat kurang dari satu juta suara atau 2,92 persen suara.

Moussa Mustafa disebut sebagai Capres Boneka, karena sebenarnya adalah pendukung As-Sisi.

Sejumlah calon lain telah ditangkap atau ditekan agar mengundurkan diri, dan partai-partai oposisi telah menyerukan pemboikotan pemilihan itu.

Kejutan Mohamed Salah

Yang mengejutkan di Pilpres Mesir 2018 ini adalah mencutanya nama striker Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah atau yang biasa disebut Mo Salah.

Mohamed Salah yang bukan capres dan tak ikut pilpres justru mendapat sekitar satu juta suara atau sekitar lima persen seperti dilansir Al-Araby.

Angka itu jelas mengalahkan pesaing As-Sisi yang hanya mendapatkan kurang dari satu juta suara pada pemilihan presiden.

Salah sendiri memang tidak masuk dalam dua kandidat presiden Mesir yang ikut pemilihan suara. Namun, tak sedikit pemilih yang menuliskan namanya dan mencentang striker timnas Mesir tersebut.

Kepala KPU Lasheen Ibrahim pada Senin (2/42018), mengatakan jumlah pemilih yang mengikuti pemungutan suara hanya 41,05% atau sekitar 24 juta pemilih dari hampir 60 juta pemilih yang terdaftar.

Dari total jumlah pemilih terdaftar, di antaranya 92,73 persen suara sah, sementara hampir dua juta surat suara rusak.

Di antara suara tidak sah inilah, satu juta lebih terdapat tulisan nama Mo Salah yang sengaja ditulis dan dicentang pemilih yang tidak memilih As-Sisi maupun Mustafa.



Para pemilih tampaknya memilih untuk menghadirkan kandidat alternatif versi mereka, Mo Salah, yang dianggap sebagai pahlawan baru Mesir. Pemain 25 tahun itu dianggap paling berjasa mengantarkan The Pharaohs tampil di Piala Dunia 2018.

Media-media di Mesir pun banyak memberitakan kehebohan karena banyaknya suara tidak sah itu 'memilih' Salah hingga mencapai angka lima persen, mengalahkan Mustafa, kandidat presiden Mesir lainnya.

Di Liverpool, Salah juga terus berprestasi mengharumkan nama Mesir dengan memecahkan rekor demi rekor di Liga Primer Inggris.

Ref: Al-Araby