JLEB! Tanggapi Jokowi Soal UTANG MEMBENGKAK, Gerindra: Hitung Pakai Rumus Matematika Dari Mana?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Joko Widodo mengatakan, saat dirinya dilantik sebagai presiden tahun 2014 lalu, jumlah utang negara sudah mencapai angka Rp 2.700 triliun, dan wajib membayar bunga sebesar Rp 250 triliun setiap tahun.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berbicara di Konvensi Nasional Galang Kemajuan di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu 7 April 2018.

Namun setelah empat tahun berjalan, jumlah utang negara malah bengkak menjadi Rp 4.800 triliun. Hal ini memicu keheranan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono.

"Rumus matematika dari mana ya?" tanya Arief keheranan.

Menurut Arief Poyuono, melihat jumlah utang saat ini Jokowi terlihat tidak mampu membayar angsuran dan pokok utang negara. Atau, jangan-jangan utang dibayar dari utang, alias gali lubang tutup lubang.

Arief  juga mengatakan, Jokowi terlihat emosional dan tidak mau mengkoreksi diri. Juga, banyak jawaban yang tidak masuk akal.

Misalnya soal proyek pembangkit listrik yang direncanakan berkapasitas 35.000 Megawatt. Sudah tiga tahun dari 948 MW yang sudah commercial operation date (COD) alias beroperasi.

"Artinya baru 2,7 persen yang terealisasi selama tiga tahun dalam proyek infrastruktur listrik," tambah Arief.

Arief juga menyoroti infrastruktur jalan tol yang ditargetkan sepanjang 1.900 km. Tetapi sudah mau empat tahun, sepanjang 50 km saja belum ada yang selesai.

Sumber: RMOL

------

Pernyataan Arief Poyuono ini ditanggapi kader Partai Demokrat, Zara Zettira
Baca juga :