Israel dan Turki Tegang pasca Tewasnya 15 Warga Palestina


[PORTAL-ISLAM.ID] Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki "mengutuk pemerintah Israel karena melakukan serangan yang tidak manusiawi (di Jalur Gaza)," namun kecaman ini ditolak oleh PM Israel Benjamin Netanyahu.

Amerika mendukung Israel dengan memblokir mosi Dewan Keamanan PBB hari Sabtu (31/3) yang menyerukan penyelidikan atas penggunaan peluru tajam oleh Israel terhadap warga Palestina yang ikut dalam protes massal di Jalur Gaza, demikian dikatakan seorang diplomat Dewan Keamanan kepada Kantor Berita Prancis, AFP.

Otoritas Palestina mengatakan sedikitnya 15 orang tewas hari Jumat (30/3/2018) oleh pasukan Israel dan lebih dari 750 terkena tembakan peluru tajam.

Tidak ada korban dilaporkan di kalangan orang Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pasukan Israel yang menembaki warga Palestina. "Pujian bagi tentara kami," ujar perdana menteri dalam pernyataan. "Israel bertindak penuh semangat dan dengan tekad melindungi kedaulatan dan keamanan warganya."

Orang-orang Palestina hari Sabtu memakamkan mereka yang Syahid. Palestina menetapkan Sabtu sebagai hari berkabung nasional.

Hari Minggu (1/4), Netanyahu menolak kecaman Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengatakan "mengutuk pemerintah Israel karena melakukan serangan yang tidak manusiawi."

"Pasukan yang paling bermoral di dunia sekali pun," balas PM Israel itu, "tidak akan mau diceramahi oleh seseorang yang selama bertahun-tahun membom warga sipil tanpa pandang bulu." Netanyahu sebelumnya menggelari Erdogan sebagai seorang yang "mengebom warga desa Kurdi" di Afrin.

Pernyataan Netanyahu ini dibalas Erdogan.

"Dia mengatakan tentara kami menindas orang-orang di Afrin. Netanyahu, Anda sangat lemah, sangat aneh," kata Recep Tayyip Erdogan.

"Kami berurusan dengan teroris (YPG/PKK), tetapi Anda sebaliknya. Karena Anda adalah negara teror," kata Erdogan saat pidato di Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di provinsi Adana, Minggu (1/4).

Memanggil pemimpin Israel "penjajah" di Palestina, Erdogan mengatakan Netanyahu tidak memiliki hak untuk mengkritik Turki.

"Anda adalah seorang teroris. Sejarah merekam apa yang telah Anda lakukan kepada semua orang Palestina yang tertindas," kata Erdogan.

"Tidak ada yang benar-benar mencintaimu di dunia ini," tegas Erdogan.

[Video - Pidato Erdogan]