Fahri Hamzah dan Anis Matta, Kisah Tentang CINTA, HARAPAN dan PERADABAN


[PORTAL-ISLAM.ID] Bicara tentang dua sosok yaitu Fahri Hamzah dan Anis Matta, ibarat kita bicara tentang cinta, harapan sebuah peradaban.

Bagaimana dengan 'Cinta Kerja Harmoni' semua bisa dikembalikan dalam masa kejayaan.

Bagaimana sebuah harapan bisa tetap ada ditengah badai yang meruntuhkan kekuatan.

Ketaatan yang dibalut kepercayaan serta rasa cinta dalam sebuah ikatan persaudaraan.

Fahri Hamzah dan Anis Matta dua sosok yang tak akan mudah dihapuskan walau upaya pembersihan serta penghapusan dari semua jalur perjuangan massif dilakukan.

Dua sosok pembeda dengan narasi-narasi serta gagasan kuat, yang selalu hadir untuk mengobarkan semangat perjuangan ditengah kelesuan dan ketidakpercayaan dalam barisan.

Dua nama yang tinggal menunggu waktu untuk disingkirkan dengan mengatasnamakan orisinalitas kepalsuan.

Fahri Hamzah dan Anis Matta kini tak lebih disebut benalu serta hama dalam barisan, karena stigma cinta kekuasaan yang sengaja disebarkan.

Kenyataannya, dua nama tersebut adalah dua nama yang kini telah menjadi brand sebuah perubahan.

Tetap diri-diri yang sama, tetap loyal dan memilih berdiri dalam barisan, walau satu dua tiga cara dilakukan untuk menghempaskan.

Fahri dan Anis kini tak ubah diposisikan orang luar yang tak dikenal, dipaksakan untuk diasingkan oleh barisan, dicitrakan negatif disetiap pembicaraan.

Label sebagai lompatan besar pengkhianat, benalu serta parasit dalam barisan kini dengan mudah dilekatkan dibelakang nama keduanya semudah melupakan kisah cinta, kerja dan harmoni yang dulu terciptakan dari dua sosok ini.

Fahri Hamzah dan Anis Matta tetaplah agen perubahan dalam sebuah peradaban, kisah yang terus akan tercatatkan walau sepenggal waktu sedang mencari cara untuk membenamkan.

Orasi tentang 'kobarkan semangat Indonesia' serta tentang 'harapan itu masih' ada masih terngiang dalam ingatan.

Akankah, semuanya dengan mudah disingkirkan hingga akhirnya dilupakan?

Fahri Hamzah dan Anis Matta adalah soal cinta, harapan dalam sebuah peradaban.

Dan saat ini masih segar dicatatkan dalam ingatan yang tidak mudah untuk dipaksakan untuk dihapuskan... dari catatan peradaban sebuah barisan.

6 Maret 2018

(@bang_dw)

___
*Sumber: fb penulis