DIKECAM LUAS Akhirnya DIHAPUS! Kemendikbud Gelar Nobar Film Dilan Dalam Rangka Hardiknas


[PORTAL-ISLAM.ID] Polah rezim ini makin aneh. Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada tahun ini, 2 Mei 2018, alih-alih mengajak para pelajar mengkaji ataupun membahas tentang tokoh yang berjasa dalam pendidikan Indonesia, Kemendikbud justru akan menggelar nonton bareng (nobar) film 'Dilan' dan 'Yowis Ben'.

Acara nobar film 'Dilan' dan 'Yowis Ben' itu menurut Kemendikbud karena banyak ditonton.

"Memang benar ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, yaitu nonton bareng film Indonesia, untuk lebih mencintai dan menghargai film karya anak bangsa dengan cara nobar film Indonesia," kata Kasubbag Layanan Informasi Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Anandes Langguana dalam keterangannya seperti dikutip dari Detik.com, Kamis kemarin (19/4/2018).

Anandes mengatakan kedua film tersebut dipilih karena masih terhitung baru. Pertimbangan lainnya, film 'Dilan' banyak ditonton masyarakat.

"Sebetulnya memang banyak sih film lain yang lebih sarat nilai-nilai pendidikannya, tetapi kita memilih kedua film ini karena memang film baru. 'Dilan' ini penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia," ucap Anandes.

Dia juga menjelaskan film 'Dilan' masih mempunyai relevansi dengan momentum Hardiknas.

"Jadi sebenarnya mengajarkan juga bagaimana sebaiknya hubungan warga sekolah, yaitu murid, guru, dan orang tua, dengan masyarakat, ini juga ada kaitannya dengan tripusat pendidikan yang sebenarnya harus sinergis sehingga pendidikan karakter di sekolah betul-betul bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Namun banyak pihak mengecam dan menyesalkan langkah Kemendikbud yang justru diperingatan Hardiknas malah menggelar nonton film yang sebenarnya sangat sedikit relevansinya dengan kemajuan pendidikan Indonesia di masa depan.

"Hardiknas kok masyarakat diajak nonton film Dilan. Mikir dong.. apa film tsb mendidik? Lha kalo Kemdikbud nya aja ngajarin gak bener, gimana mau munculin generasi muda yg berkarakter. Heran aku...," protes warganet akun @idacreative.

"Hardiknas kok yg ditonton Dilan sama Yowisben, merusak anak bangsa namanya. Tonton itu film yg ada pendidikan karakternya... film MRAS atau yg lain, ini kok film gak berpendidikan... Gimana pendidikan maju," kata @shellaazizah18.


"Setahu saya...dalam film Dilan ada adegan melawan, memaki dan mengancam guru oleh karakter utamanya si Dilan bengal itu.... lalu film ini diputar pemerintah secara umum untuk memperingati Hardiknas? Karakter apa yg mau ditanamkan penguasa ke anak bangsa? 

Pantes aja anak anak sekarang memang lebih leluasa menghajar dan menghabisi gurunya... Sekali ada guru yg menghajar murid... Guru itu langsung ditangkap polisi.... Mau dibawa kemana bangsa ini kalau murid diposisikan lebih tinggi dari guru? Edan bin gila....," ujar Mutawakkil Abu Ramadhan.

DPR juga sudah bersuara. Anggota Komisi X DPR, komisi yang membidangi pendidikan, Ferdiansyah, mempertanyakan apakah film Dilan pantas dipertontonkan di acara itu.

"Untuk nobarnya sih bagus-bagus saja. (Tapi) Itu ada unsur pendidikan dan kebudayaannya nggak, gitu. Pantas nggak selaku menteri untuk menonton Dilan," kata Ferdiansyah, Jumat (20/4/2018), seperti dikutip Detikcom.

Ia menuturkan, pihaknya sempat memanggil pihak Kesetjenan Kemdikbud mengenai hal tersebut. Ferdiansyah menyatakan bahwa pihak Kesekjenan Kemdikbud pun menganggap bahwa film Dilan kurang cocok dengan konteks pendidikan.

"Saya juga pernah panggil orang Dikbud. Kata orang kesetjenan (Kemdikbud) pun mengatakan bahwa film Dilan itu kurang klop (dengan) konteks dunia pendidikan juga menyampaikan kebudayaan," ujarnya.

Promosi dan ajakan Nobar film Dilan ini sempat diposting pada 19 April 2018 oleh akun resmi Instagram Kementerian Pendidikan RI (@kemdikbud.ri).  

Namun setelah mendapat berbagai tanggapan komentar dari netizen, postingan tersebut akhirnya dihapus dan sudah tidak lagi ditemukan pada malam harinya.