Turki Kutuk Keras Israel Atas Tewasnya 15 Rakyat Palestina Dalam Aksi Damai


[PORTAL-ISLAM.ID] Turki pada Jumat "dengan keras" mengutuk serangan Israel terhadap "warga sipil Palestina yang tak berdaya," kata juru bicara Kepresidenan Turki, Jumat (30/3/2018).

Setidaknya 15 warga Palestina gugur syahid dan 1.500 lainnya terluka dalam serangan Israel pada demonstrasi damai hari Jumat. Seorang petani Palestina juga menjadi martir sebelumnya ketika sebuah peluru artileri Israel menghantam tanahnya di Jalur Gaza selatan.

"Kami mengecam keras serangan Israel terhadap warga sipil Palestina yang tak berdaya yang menghadiri demonstrasi damai di Gaza hari ini," kata jubir kepresiden Turki Ibrahim Kalin dalam pernyataan tertulis seperti dilansir kantor berita Turki Anadolu Agency.

Juru bicara kepresidenan Turki mengatakan bahwa "tidak mungkin" untuk menerima korban jiwa, cedera, pelanggaran martabat manusia dan pelanggaran hukum internasional di wilayah tersebut.

"Kekerasan sistematis yang meningkat secara bertahap terhadap rakyat Palestina harus segera berakhir," tambahnya.

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional, terutama PBB untuk mengambil tindakan," tambahnya.

Selain itu, Kalin menegaskan solidaritas Turki dengan rakyat Palestina.

Sejak Jumat pagi, puluhan ribu warga Gaza berkumpul di perbatasan timur sepanjang 45 kilometer untuk menegaskan kembali hak mereka untuk kembali ke rumah leluhur mereka di Palestina yang bersejarah.

Israel dilaporkan mengerahkan ribuan pasukan di sepanjang perbatasan untuk mengantisipasi demonstrasi massa hari Jumat.

Dijuluki "Great Return March", demonstrasi itu juga dimaksudkan untuk menekan Israel untuk mencabut blokade selama satu dasawarsa di Gaza.

Aksi ini telah didukung oleh hampir semua faksi politik Palestina, yang telah berulang kali menekankan sifat damai acara tersebut.

Sejak 2007, Jalur Gaza telah menderita dari blokade Israel / Mesir yang melumpuhkan yang telah menghancurkan ekonominya dan merampas lebih dari 2 juta penduduk dari banyak komoditas penting.

Sumber: Anadolu Agency

[video - salah satu Syuhada Palestina]