Sudirman Said, Pesan yang Hidup


[PORTAL-ISLAM.ID] "Everything has beauty, but not everyone can see," kata Confucius.

Pak Dirman is an open book. Inspiratif. Good example. Cerita tentang seorang anak miskin yang bisa jadi menteri negara.

Banyak politisi ngarang kisah. Pura-pura berasal dari poor family. Supaya bisa serap simpati massa. Nah, Pak Dirman nggak kaya gitu. He's the real deal. Miskin beneran.

Pak Dirman lahir di Brebes. Rumahnya kayu, tanpa listrik dan indoor toilet.

Nggak ada menteri punya latar belakang semiskin ini.

He is a living message: Never give up. Jangan kecil hati. Sukses milik semua orang. "Remember no one can make you feel inferior without your consent," kata Presiden Eleanor Roosevelt.

Kemiskinan nggak mengalahkan Pak Dirman. Dia memutuskan gali pengetahuan. Seperti kata Stephen Covey, "I am not a product of my circumstances. I am a product of my decisions".

Miskin bukan takdir. Raih cita-cita. Motivator Les Brown berpesan, "Too many of us are not living our dreams because we are living our fears".

Dirman kecil tidak nyangka bisa kuliah di Amerika. Hanya berusaha menjadi orang yang punya nilai. A man with value.

Persis seperti kata Albert Einstein, "Strive not to be a success, but rather to be of value".

Salah satu ciri khasnya, nggak asal ngomong. Irit kata. Tapi sangat ramah. Murah senyum. Humble. Selalu tenang, terukur, serius, dan bergerak. A deep thinker.

Nggak pernah berleha-leha makan enak sambil shopping.

Tema pembicaraannya seputar masalah sosial, kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan soal negara. Dia nggak pernah bicarain hal-hal remeh, makan duren, atau gossiping ala selebritas.

Pa Dirman sangat sederhana. Datar. Warnanya kelabu nyaris memutih. Tidak punya makanan favorit. Makan apa saja yang tersedia. Dia seorang kontemplatif. Banyak baca buku. Jalan-jalannya keliling pelosok nusantara, menyerap apa yang terjadi dengan rakyat jelata.

Kunci suksesnya ada di kredibilitas, jujur, lurus, tidak sombong, anti korupsi, tau diri dan ingat budi.

Penulis: Zeng Wei Jian