SUBHANALLAH... Tangis Haru Rifdah, Juara Hafidz Internasional Diundang Anies dan Mendapat Hadiah Haji

(Rifdah Farnidah menangis haru mendapat hadiah Haji)

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Rifdah Farnidah, mahasiswi di Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta berhasil meraih juara 2 pada Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) tingkat Internasional yang diselenggarakan di Yordania selama enam hari (19-24 Maret 2018) dan diikuti oleh 30 negara.

Sebelumnya, hafidzah 30 juz ini pernah meraih juara 1 MTQ tingkat Nasional JQHNU golongan 5 juz di Kalimantan Barat tahun 2012, juara 1 MTQ Nasional golongan 10 juz di Nusa Tenggara Barat tahun 2016, dan juara 1 MTQ Nasional golongan 30 juz di Kalimantan Barat tahun 2017.

[video - Rifdah Farnidah di Musabaqoh Hifdzil Qur’an Internasional di Yordania]


Prestasi yang membanggakan bagi negara Indonesia di kancah internasional ini mendapat apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tadi malam, Kamis (29/3/2018), Anies memberikan apresiasi secara khusus dan mengundang Rifdah ke Balai Kota dalam acara yang juga menghadirkan ulama dari Makkah Syeikh Khalid Al Hamoudi.

Dalam kesempatan itu Rifdah didaulat melantunkan bacaan terbaiknya di depan seluruh peserta acara. Bahkan selepas membaca ayat ayat Al-Quran yang merdu dari lisannya, Syeikh Khalid secara spontan memberikan hadiah khusus untuk Rifdah beserta keluarga dan pembimbingnya berupa Haji ke Baitullah.

Sontak Rifdah pun menangis tersedu mensyukuri hadiah itu.

Berikut tulisan lengkap tentang kehadiran Rifdah di Balai Kota yang disampaikan Anies Baswedan di akan fanspagenya pagi ini:

Namanya Rifdah Farnidah, usianya 22. Ia masih belia dan ia bawa nama Indonesia cemerlang di panggung dunia. Rifdah baru kembali dari Yordania ikuti Musabaqah Hifdzil Quran sedunia dan meraih juara II. Hanya ia juara yang bukan berasal dari negara Timur Tengah.

Ya, Rifdah adalah seorang hafidzah yang mutqin. Al-Quran 30 juz ia hapalkan. Tahun lalu ia juara pertama MHQ nasional mewakili DKI Jakarta, kali ketiganya ia raih juara pertama MHQ tingkat nasional.

Semalam Rifdah kami undang ikut hadir dalam acara silaturahmi ulama di Balai Kota. Ia datang bersama ibundanya, dan pembimbingnya, Hj. Mutmainnah, dosen di Institut Ilmu Al Quran.

Di tengah acara, saya undang Rifdah maju. Di depan ia bacakan penggalan Quran, dari surah Al Hasyr ayat 18-24. Di ruang depan Balai Kota yang usia bangunannya dua abad, di ruang yang tak biasa jadi tempat dilantunkannya Al-Quran, puluhan ulama, habib, ustadz dan ustadzah hening, haru dan khusyuk menyimak lantunan ayat dari suara yang bening. Sebagian kita yang hadir mulai terlihat mengusap butiran air dari matanya.

Sesudah Rifdah selesai lantunkan penggalan Quran itu, Sheikh Khalid Al Hamoudi, tamu kehormatan kita malam itu, seorang ulama dari Mekkah, angkat bicara. Syaikh Khalid sampaikan kekaguman dan apresiasi kepada Rifdah. Lalu beliau umumkan, "Perkenankan saya sampaikan hadiah kepada Rifdah. Kami akan sepenuhnya fasilitasi Rifdah bersama kedua orangtuanya, juga ibu dosen pembimbing Rifdah beserta suaminya, untuk diberangkatkan ibadah haji. Saya akan tunggu dan sambut di Mekkah, di mana Rifdah dan rombongan akan menjadi tamu Allah, dan tamu kehormatan di mata saya." Puluhan hadirin sontak bertakbir dan tahmid. Ruangan bergema, hati tergerak, mata membasah.

Belum selesai, Sheikh Khalid lanjutkan, "Saya punya dua anak perempuan yang juga hafidzah dan sudah lancar tilawah Quran dalam berbagai qiroat. Kini saya punya tiga anak perempuan, Rifdah saya angkat menjadi anak perempuan saya yang ketiga." Tak ada hadirin yang tak terharu mendengarnya, puluhan pasang mata menitikkan airnya. Takbir dan tahmid bersahutan. Bangunan kokoh Balai Kota terasa bergetar.

Itulah sekelumit kisah penyambutan Rifdah semalam di Balai Kota.

*ABW

Namanya Rifdah Farnidah, usianya 22. Ia masih belia dan ia bawa nama Indonesia cemerlang di panggung dunia. Rifdah baru...
Dikirim oleh Anies Baswedan pada 29 Maret 2018