Review 'Ghost Fleet' dari Pakar Foreign Policy


Review 'Ghost Fleet' dari Pakar Foreign Policy

Kupikir novel 'Ghost Fleet' ini seperti cerita fiksi macam Wiro Sableng. Tidak ada basis ilmu sains, teknologi, politik, dan keamanan. Murni imajinasi.

Ternyata beberapa review terhadap buku ini, ditulis oleh ahli yang memang mengerti soal kebijakan luar negeri, seperti Gary Bearden.

Book Review: Ghost Fleet and the Future of Great Power War
https://thediplomat.com/2015/07/book-review-ghost-fleet-and-the-future-of-great-power-war/

Gary Bearden is a foreign policy professional and current Political Risk Fellow with Young Professionals in Foreign Policy (YPFP). He has professional and living experience in Eastern Europe, North Africa and Latin America, holds three Bachelors degrees from Ohio State University and a Master of Science in Foreign Service from Georgetown University.

Dia menutup reviewnya begini:

"Yet the thoroughness and authority the two authors bring to the Ghost Fleet is what places the book in a category of its own, and apart from mainstream science fiction, making it worthy of serious reflection.

Ghost Fleet’s primary aim is to inform security and defense professionals, just as its character-filled narrative serves to translate sophisticated technical concepts with practical, if fictional, illustrations. The book provides readers with an unquestioningly plausible vision for what could one day become the reality of great power war."

Artinya:

Buku ini pantas dibaca oleh profesional keamanan dan pertahanan dan menjadi bahan refleksi yang serius.

Closing

Thanks kepada siapapun yang bikin buku ini jadi populer di Indonesia. Makin banyak yang tertarik buat baca. Ini contoh pendidikan literasi yang bagus. Biar bangsa ini mulai banyak baca buku-buku atau novel yang berkualitas.

Soal ada yang menganggap buku ini hanya imajinasi yang ndak pantas dibaca serius, biarkan aja. Pasti mereka belum baca makanya komen gitu, seperti saya yg juga belum baca haha.

25 Maret 2018

Ismail Fahmi, PhD
(Social Network Analys)

__
Dari fb Ismail Fahmi, PhD