Ramalan Indonesia Bubar 2030, Lieus Sungkharisma: Pernyataan Prabowo Cermin Seorang Nasionalis Sejati


[PORTAL-ISLAM.ID]  Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma mengaku heran banyak pihak, bahkan para tokoh menganggap sepele pernyataan Prabowo Subianto.

Ketua Umum Gerindra itu sebelumnya memperkirakan Indonesia bakal terpecah belah pada 2030 jika tidak diantisipasi dari sekarang.

“Padahal pernyataan Pak Prabowo itu mestinya ditanggapi sebagai warning. Peringatan bagi kita semua agar ramalan seperti yang ditulis PW Singer dan August Cole dalam Novel Novel Ghost Fleet yang terbit tahun 2015 itu tidak terjadi,” ujar Lieus dalam siaran persnya, Sabtu 24 Maret 2018.

Menurut Lieus, pernyataan Prabowo itu justru menunjukkan kualitas dan kapasitasnya sebagai seorang negarawan dan nasionalis sejati.

“Apalagi, pada kenyataannya setelah 20 tahun reformasi negara ini tidak menjadi lebih baik keadaannya. Wajar saja kalau pak Prabowo mengingatkan bangsa ini agar kita tidak bernasib sama seperti Soviet atau Yugoslavia,” tutur Lieus.

Ditambahkannya, pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra itu harus dipahami sebagai peringatan seorang negarawan yang mencintai dan terus memikirkan masa depan bangsa ini.

“Terlalu sempit wawasan kita kalau pernyataan Pak Prabowo itu dikait-kaitkan dengan Pilpres 2019,” ungkapnya.

Ia meyakini, bukan tanpa alasan jika Prabowo mengingatkan bangsa ini dengan pernyataannya tersebut. Terutama jika melihat semakin maraknya praktik-praktik 'sok kuasa' yang dilakukan aparatur negara, baik di pusat maupun di daerah.

Karena situasi itulah, tambah Lieus, bangsa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin nasional yang lebih tegas.

“Dan pak Prabowo adalah salah satu kandidat pemimpin nasional yang tegas tersebut, yang dimiliki bangsa Indonesia sekarang ini,” katanya.

Untuk itu, seru Lieus, jangan lagi ada upaya mendelegitimasi Prabowo dengan mendorong-dorongnya sebagai 'King Maker' atau memasangkannya sebagai calon wakil presiden.

“Kapasitas pak Prabowo jauh di atas itu. Dan itu sudah dibuktikannya pada Pilpres lalu yang perolehan suaranya hanya berbeda tipis dengan pak Jokowi,” jelas Lieus.

“Masih banyak rakyat yang menghendakinya kembali maju sebagai kandidat Presiden dalam Pilpres mendatang," paparnya.