Poros Ketiga Pilpres: Menggagalkan Prabowo, Melanggengkan Jokowi


[PORTAL-ISLAM.IDSalah satu kelemahan umat islam paling besar dalam politik adalah nafsu yang besar untuk saling unjuk gigi.

Yang dengan kelemahan ini, umat islam selalu kalah dalam melawan blok yang tidak suka cover tapi lebih kepada isi.

Blok ke 3 dalam pilpres 2019 jika terbentuk maka itu adalah kekalahan buat umat islam Indonesia yang sedang ingin menurunkan Jokowi.

Jika Blok ke 3 terbentuk, yang diisi oleh Demokrat-PKB-PAN, maka nyaris kerugian bagi Prabowo dan PKS di blok kanan tengah.

Blok ke 3 hanya akan melemahkan barisan unat dan membuat spirit umat 212 akan kabur dan buram.

Secara ilmiah dan hasil riset, munculnya blok ke 3 hanya akan menguntungkan Jokowi secara mutlak.

Jika poros ke 3 mengusung AHY dengan wakil yang mereka pilih, otomatis pilpres 2019 akan diikuti oleh 3 calon, Jokowi, Prabowo dan AHY.

Secara hitungan politik, blok ke 3 ini berpotensi kalah, karena secara survei saja, lawan Jokowi yang paling kuat saat ini hanya Prabowo.

Saya melihat ada unsur belah bambu dalam blok ke 3 ini untuk melanggengkan jokowi, karena kalau umat pecah lagu, Jokowi dengan mudah melanjutkan periode ke 2.

Hitung hitungan di atas kertas, satu satunya teknis berjuang agar jokowi lengser adalah head to head kembali antara Prabowo dan Jokowi saja 2019 dengan format yang berbeda dari format pilpres 2014.

Format baru itu komposisinya begini: Prabowo- Anies atau Prabowo-AHY, sedangkan pendukungnya adalah PKS-PAN-PKB-Demokrat-Gerindra.

Jika barisan 5 partai ini membelah diri lagi memunculkan poros baru, maka blok Jokowi akan semakin menguat(PDIP-Golkar-Nasdem-PPP-Hanura-Perindo-PSI).

Di sinilah tercium aroma yang sangat kuat, bahwa poros ketiga adalah bisa dikatakan bagian dari “operasi intelijen politik” penguasa untuk menjegal kembali Prabowo-PKS.

Karena jika poros ke 3 terbentuk, jelas Prabowo hanya akan didukung oleh PKS semata, walaupun secara syarat Presidential Thresholdnya mencukupi 20% suara, namun jika Prabowo posisinya begini sangat sulit untuk menang.

Hitungan kami, jika poros ke 3 terbentuk, maka pemenangnya adalah tetap Jokowi, Prabowo dan poros ke 3 akan disisihkan.

Saya melihat, Poros ke 3 digagas agar Prabowo-PKS tersingkir, karena bagi rezim Jokowi, hanya Prabowo-PKS yang benar benar lawan sejati, sedangkan poros ke 3 belum bisa disebut masuk hitungan lawan Jokowi, karena sikap partai yang ada di poros ke 3 memang sering abu-abu dan justru akan mudah diajak ke barisan rezim jika Jokowi nanti kembali menang.

Secara ideologi politik pun, hanya Prabowo dan PKS saja yang lebih mewakili sifat umat islam selama ini sesuai nafas 212 dan nafas oposisi Jokowi.

Sedangkan poros ke 3 yang akan digawangi Demokrat dkk lebih kepada poros kekuasaan tandingan murni dalam rangka berebut kekuasaan bukan poros aspirasi umat yang mayoritas selama ini kontra rezim Jokowi dalam banyak hal dan banyak isu.

Oleh sebab itu, poros ke 3 ini sebisa mungkin harus “digagalkan”, Prabowo – PKS harus terus melakukan banyak manuver dan usaha agar poros prabowo dan poros ke 3 cikeas bisa disatukan, kesampingkan yang lain lain dulu yang tidak substantif.

Karena jika poros Prabowo-PKS bisa disatukan dengan poros ke 3, dengan komposisi tim sukses mereka adalah ulama-pengaruh Anies B-pengaruh 9 Capres PKS-plus beberapa jenderal blok prabowo, maka kekuatan ini sangat dahsyat.

Itulah mengapa, blok Jokowi sedang bekerja ekstra keras untuk memisahkan dua blok ini. Blok jokowi sedang ekstra gencar ingin membuyarkan kekuatan ini agar mudah dihancurkan keduanya sekaligus.

Maka dari itu, jangan lengah dan egois. Blok prabowo minimal wajib didukung oleh 4 partai minimal agar kuat mengalahkan jokowi, minimal Gerindra-PKS-PAN-PKB. Jikapun akhirnya Demokrat tetap ngotot bersama jokowi misalnya jila poros demokrat gagal terbentuk, Umat wajib mengusahakan 4 partai di atas bersatu berdiri di belakang blok prabowo ditambah limpahan suara PBB jika mereka mau ikut blok umat.

Jangan biarkan PKS-Gerindra berjuang sendiri dalam pilpres 2019, karena jika itu terjadi, artinya 70% langkah Jokowi mengamankan kursi kekuasaannya periode kedua telah rampung, cerdaslah bermanuver, satukanlah langkah dan kuatkan tekad, karena umat sangat mampu menggulung Jokowi 2019 nanti, inilah momentumnya!

Penulis: Tengku Zulkifli Usman