PEMIMPIN SEJATI


PEMIMPIN SEJATI

Oleh: Ust. Komiruddin Imron, Lc
(Ketua DSW Lampung)

Di setiap zaman para pemimpin sejati adalah menjadi sumber ketenangan, tempat mengadu dan berbagi rasa. Jika ada yang meresahkan, merekalah yang menenteramkan.

Sesulit apapun kondisi dapat terselesaikan, sebab mereka adalah pemecah masalah, bukan sumber masalah.

(1) Ketika seorang pemuda yang bernama Musa lari ketakutan dari Mesir karena dikejar-kejar tentara Firaun, sehingga ketika ia sampai di negeri Madyan dan bertemu dengan nabi Syu'aib lalu menceritakan apa yang terjadi, nabi Syu'aib berkata,

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan malu-malu, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". (Surat Al-Qashash, Ayat 25)

(2) Ketika nabi Musa as dan kaumnya telah sampai di bibir pantai laut merah dan dari kejauhan terlihat pasukan Firaun semakin mendekat sehingga kaumnya berkata,

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul" (Surat Asy-Syu'ara, Ayat 61)

Saat itu nabi Musa As berkata kepada kaumnya,

قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku". (Surat Asy-Syu'ara, Ayat 62)

(3) Ketika suatu kaum melaporkan ketakutan mereka terhadap kebengisan bangsa Ya'juz Wa Ma'juj kepada Dzul Qarnain...

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (Surat Al-Kahfi, Ayat 94)

Dzul Qornain tampil menenangkan mereka sambil berkata,

قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا

Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka." (Surat Al-Kahfi, Ayat 95)

(4) Ketika pasukan Quraisy tiba persis di depan mulut gua Tsur dan Abu Bakar gelisah terhadap keselamatan Rasulullah saw, beliau saw berkata,

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". (Surat At-Taubah, Ayat 40)

Begitulah tradisi para pemimpin, sikap, kebijakan, keputusan, petuah, kata-katanya senantiasa menenteramkan jiwa. Hadirnya adalah solusi, bukan polusi, memberi semangat, bukan membawa kiamat.

Apa yang dituangkan Allah di akhir surat At Taubah adalah sifat utama dari Rasulullah SAW dan sekaligus sifat utama yang harus dimiliki setiap pemimpin.

Empati, Kasih sayang, menginginkan kebaikan dan tahu betul dengan kondisi umatnya sehingga beliau SAW merasakan apa yang dirasakan umatnya, sebab ia bagian tubuh dari umatnya.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (Surat At-Taubah, Ayat 128)

Natar, Jum'at 16 Maret 2018