Nasihat Ustadz Ihsan Tanjung Terkait Tantangan "MUBAHALAH" Sesama Muslim


[PORTAL-ISLAM.ID] Nasihat Ustadz Ihsan Tanjung terkait "MUBAHALAH" yang ramai di media sosial tantangan Mubahalah oleh seorang Muslim kepada Muslim yang lainnya terkait persoalan Politik.

(Berikut disampaikan Ustadz Ihsan Tanjung yang tersebar di WAG)

Allah SWT berfirman:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ‌ۖ خَلَقَهُ ۥ مِن تُرَابٍ۬ ثُمَّ قَالَ لَهُ ۥ كُن فَيَكُونُ

"Sesungguhnya misal [penciptaan] ’Isa di sisi Allah, adalah seperti [penciptaan] Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" [seorang manusia], maka jadilah dia." (QS Ali Imran: 59) 

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ

"[Apa yang telah Kami ceritakan itu], itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu." (QS Ali Imran: 60) 

فَمَنۡ حَآجَّكَ فِيهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ فَقُلۡ تَعَالَوۡاْ نَدۡعُ أَبۡنَآءَنَا وَأَبۡنَآءَكُمۡ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمۡ وَأَنفُسَنَا وَأَنفُسَكُمۡ ثُمَّ نَبۡتَہِلۡ فَنَجۡعَل لَّعۡنَتَ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡڪَـٰذِبِينَ

"Siapa yang membantahmu tentang kisah ’Isa sesudah datang ilmu [yang meyakinkan kamu], maka katakanlah [kepadanya]: "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta." (QS Ali Imran: 61)

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلۡقَصَصُ ٱلۡحَقُّ‌ۚ وَمَا مِنۡ إِلَـٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ‌ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

"Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan [yang berhak disembah] selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS Ali Imran: 62)

Di atas adalah rangkaian ayat Al-Qur'an yang membicarakn peristiwa ajakan mubahalah di zaman Nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wa sallam.

Jelas terlihat di situ bahwa mubahalah hanya dilakukan jika:

1) menyangkut perkara aqidah yang paling mendasar

2) hanya ditujukan kepada kaum kafir (dalam hal ini kaum nashrani)

Maka, saudara2ku seiman-seislam di dalam grup ini, ana (Ihsan Tandjung) meminta dengan sangat agar perkara isyu mubahalah yang ditantang oleh seorang yang mengaku muslim/ah ditujukan kepada yang juga mengaku muslim hendaknya segera diakhkiri pembahasannya...,

Wallahi kita sedang hidup di era penuh fitnah di akhir zaman....!!!

Nabi Sholallahu 'alaihi wa sallam menyebutnya sbg "Ayyamush-shobr" (hari2 menuntut kesabaran).....

Bagaimana kita akan bisa sabar menghadapi kaum kafir musuh2 Allah Subhaanahu wa Ta'aala bila kita tidak punya cukup kesabaran menghadapi sesama saudara muslim.....?!?!?


"Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang Engkau berikan ni'mat kepadanya yaitu para Nabi, orang-orang yang shiddiq (benar/jujur), para syuhada dan orang-orang sholeh dan mereka itulah se-baik2nya teman"

Lihat QS An-Nisa 69

(Ihsan Tandjung)