Menjawab Survey SMRC Soal Pilgub Jabar


[PORTAL-ISLAM.ID]  Hari ini, Kamis 15 Maret 2018, Saiful Mujani Riset and Consulting (SMRC) merilis hasil survei tentang Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar). Hasilnya, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum dinobatkan sebagai pasangan yang paling banyak dipilih oleh 801 responden mereka yang entah siapa oranya.

Raihannya cukup telak. Tak tanggung-tanggung Ridwan-Uu memperoleh suara 43,7 persen. Disusul Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebanyak 30,7 persen. Pasangan Sudrajat-Syaikhu hanya dirilis meraih 4,6 persen saja. Sementara pasangan TBH-Anton menempati posisi paling buncit dengan angka 2,7 persen.

Sebagai relawan pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik), saya ingin menyikapi pemaparan hasil survei SMRC ini sebagai berikut:

1. Saya menghormati hasil survei SMRC sebagai karya intelektual, meski sulit bila harus memdalami latar belakang siapa responden mereka.

2. Saya juga menghormati andai kata SMRC menjadi konsultan pasangan Ridwan-Uu. Dugaan saya ini bukan tanpa alasan. Mengingat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai salah satu partai pengusung Ridwan-Uu diketuai oleh Grace Natalie yang juga pernah menjabat CEO SMRC.

3. Relawan ASYIK biasa saja menyikapi hasil survei ini. Tidak ada kekhawatiran dan kegelisahan sedikitpun meski dalam paparan survei SMRC pasangan nomor urut tiga ini dinyatakan masih tertinggal jauh. Kami tetap semangat membangun basis kekuatan dengan rasa optimistis dan riang gembira.

4. Sejarah mencatat, dalam Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu, SMRC kerap memprediksi Ahok akan keluar sebagai pemenang, bahkan suara Anies-Sandi berada di posisi paling buncit. Namun faktanya, Ahok-Djarot kalah dan Anies-Sandi menjadi pemenang. Analisa mereka tidak menjadi nyata.

5. Relawan Sudrajat-Syaikhu dari berbagai unsur akan tetap berkonsentrasi untuk memenangkan pasangan ini. Sebab, kami meyakini pasangan ASYIK adalah figur yang tepat untuk meneruskan pembangunan di Jawa Barat. Keduanya tidak hanya cerdas, tetapi juga bersih dan tak punya cacat korupsi. Mereka adalah abdi negara yang baik dan profesional.

6. Sudrajat militer, Syaikhu sipil. Sudrajat nasionalis, Syaikhu religius. Sudrajat lulusan Harvard, Syaikhu lulusan STAN. Sudrajat mewakili unsur Pasundan, Syaikhu mewakili Pantura dan Megapolitan. Sudrajat mantan diplomat, Syaikhu mantan birokrat. Sudrajat peraih penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama dan Syaikhu penghafal Alquran. Keduanya pasangan berkualitas yang saling melengkapi.

7. Di sejumlah polling yang pernah diadakan beberapa lembaga, beberapa media massa dan beberapa akun lainnya, pasangan ASYIK kerap menjadi calon yang paling banyak dipilih netizen. Artinya, pasangan ini memiliki pendukung setia dan kans untuk memimpin Jawa Barat sangat terbuka lebar. Kami siap mengantarkan pasangan ASYIK ke Gedung Sate.

Demikian pernyataan ini saya buat. Saya tidak mengatasnamakan dari partai pengusung atau tim pemenangan kampanye. Pernyataan ini adalah pendapat pribadi sebagai relawan pasangan ASYIK.

Salam ASYIK,
Tb Ardi Januar

------------

*Catatatn Redaksi* :

Dari berbagai survey yang ada, memang paslon Sudradjat - Syaikhu memiliki elektabilitas kecil. Tapi masih ada waktu 3 bulan untuk mengejar dan menggenjot elektabilitas. Inilah saatnya tim kampanye serta sistem parpol fokus dan menggandakan kerja.