Fahri Hamzah Dibuang, Ehh Eks Jubir Timses Ahok Malah Dijadiin Caleg PKS


[PORTAL-ISLAM.ID] Fahri Hamzah yang kerap dijuluki "Singa Parlemen" karena keberanian dan vokalnya melawan rezim tidak akan lagi mewarnai DPR RI di Pemilu 2019.

Anggota DPR tiga periode berturut-turut ini tak diusung lagi sebagai calon legislatif oleh Partai Keadilan Sejahtera.

"Nama saya sudah enggak ada di caleg PKS, tetapi saya tidak peduli soal itu," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/1/2018), seperti dilansir Tribunnews.

Di acara ILC tvOne pekan lalu Fahri juga menyatakan dirinya tidak mencalonkan lagi di Pemilu 2019 baik di DPR RI maupun DPD RI.

Kepala Departemen Hukum dan HAM PKS Zainuddin Paru membenarkan kalau Fahri sudah tak masuk lagi dalam daftar caleg PKS di Pemilu 2019 lantaran sudah dipecat.

"Bacaleg sudah di-launching oleh DPP akhir November atau awal Desember lalu, nama Fahri tak ada. Posisinya sudah di luar PKS, jangan lagi urus internal PKS. PKS akan tetap hidup, roh besarnya PKS ada di kader yang tulus, yang tidak mengumbar amarah, kebencian, dan membuka aib," kata Zainuddin Paru dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (5/1/2018).

Ironisnya, PKS malah menjadikan mantan pendukung Penista Agama sebagai Caleg PKS.

Dimyati Masuk Daftar Caleg PKS

Achmad Dimyati Natakusumah masuk daftar calon legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Anggota DPR RI dari PPP tersebut, ditempatkan di daerah pemilihan (dapil) Pandeglang – Lebak. Hal itu terungkap dalam peluncuran calon legislatif PKS Banten di Ratu Hotel, Kota Serang, Sabtu (9/12/2017).

Link: https://www.kabar-banten.com/dimyati-masuk-daftar-caleg-pks/

Dimyati dulu adalah jubir Ahok-Djarot saat Pilkada DKI 2017 lalu

Tim Sukses Tunjuk Dimyati Jadi Jubir Ahok-Djarot

Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan dukungan dari PPP kubu Djan Faridz.

Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi mengatakan, Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz, Dimyati Natakusumah diangkat sebagai juru bicara. Keputusan tersebut diambil setelah mereka memutuskan mendukung pasangan calon petahana.

Link: https://www.merdeka.com/politik/tim-sukses-tunjuk-dimyati-jadi-jubir-ahok-djarot.html

Dukung Ahok-Djarot, Dimyati Serahkan Bendera PPP
https://nasional.inilah.com/read/detail/2341784/dukung-ahok-djarot-dimyati-serahkan-bendera-ppp

Hingga saat ini Dimyati Natakusumah masih menjabat Sekjen PPP kubu Djan Farid. Dimyati juga masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PPP.

PPP sendiri yang diakui oleh Kemenkumham adalah PPP kubu Romahamurmuziy (Romi). Hal ini setelah PPP kubu Romi menang di Kasasi MA melawan PPP kubu Djan Farid.

Kasasi Djan Faridz ditolak MA, kubu Romi sah pengurus PPP 2016-2021
https://www.merdeka.com/politik/kasasi-djan-faridz-ditolak-ma-kubu-romi-sah-pengurus-ppp-2016-2021.html

Otomatis PPP kubu Djan Farid tidak bisa ikut Pemilu, termasuk Sekjen PPP kubu Djan Farid Dimyati Natakusumah terancam tidak bisa lagi jadi anggota DPR, makanya sekarang jadi caleg PKS.

Tapi... konon dalihnya ybs sekarang menyesal dan tobat pernah jadi Jubir Ahok.

Tapi... gak ada pernyataan ybs menyesal dan tobat.

Tapi... Kalo serius gabung PKS juga harusnya ikut Liqo Kaderisasi. Setelah bertahun-tahun liqo jadi kader dengan komitmen teruji barulah dijadikan caleg PKS.

Tapi... kenapa sampai saat ini masih anggota DPR F-PPP dan masih menjabat Sekjen PPP kubu Djan?