BEDA KELAS! Kartunis Jepang Kritik Soal Kebijakan PUBLIK, Kartunis Kelas Tempe Nyinyir Soal PRIVAT


[PORTAL-ISLAM.ID] Kartun dari Majalah TEMPO sedang ramai jadi sorotan publik pasca diprotes FPI karena dianggap memfitnah Habib Rizieq Syihab.

Majalah TEMPO edisi 26 Februari 2018 menerbitkan kartun bergambar seorang berjubah putih duduk berduaan dengan seorang wanita yang tidak menutup aurat. Pria itu mengatakan “Maaf saya tidak jadi pulang.” Wanita di depannya membalas, “yang kamu lakukan itu jahat.”

Kartun ini dinilai pelecehan terhadap Habib Rizieq yang beberapa waktu lalu dikabarkan akan pulang ke Indonesia namun tidak jadi.

Terlepas PRO-KONTRA kartun tsb, namun yang jelas kartun TEMPO cuma nyinyir urusan PRIVAT. Hal yang seharusnya bikin malu insan pers, karena pers seharusnya sasaran kritiknya soal PUBLIK, bukan ngurusi hal PRIVAT. Apalagi kalau soal PRIVAT tsb juga bukan berdasar FAKTA. Apa FAKTA dari kartun TEMPO tsb? Apa TEMPO berani bikin kartun berdasarkan FAKTA soal privat Ahok dan istrinya? Hal itu yang ditantang oleh warganet.

"Min @korantempo bikin dong kartunnya cik vero yg nganuin smpe 7 thn.. berani ???" ujar akun @chaidar_2000.

Tentu, tak perlu TEMPO membuat kartun soal Ahok dan Istrinya yang digugat cerai karena tudingan selingkuh 7 tahun. Walaupun itu berdasar FAKTA tapi tak perlu. Karena itu soal PRIVAT, bukan soal kebijakan PUBLIK.

Bandingkan dengan kartunis Jepang Onan Hiroshi yang membuat kartun untuk mengkritik hal kebijakan PUBLIK terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Apa gak malu dengan kartunis Onan Hiroshi? Yang walaupun bukan orang sini tapi PEDULI dengan urusan publik.

Tak heran kalau netizen merasa kasihan dengan kualitas media yang malah nyinyir soal PRIVAT.

"Kasian bnget...jd Ngª berbobot beritanya...," komen @aripurw1976.

Warganet juga menanyakan langsung kepada pihak Pimred Majalah TEMPO (@arifz_tempo), hal apa yang ingin dicapai TEMPO dalam kartun tsb.

"Mau nanya bang @arifz_tempo. Sebenernya 'goal' (tujuan) dari kartun Bang Toyib gagal pulang itu apa sich? kalau itu kritik, kritik terhadap dia sebagai apa? kalau itu edukasi, substansi edukasinya apa? kalau itu bermanfaat, bisa jelasin apa manfaatnya? Makasih bang arif," kata akun @asuetenan.

Namun pertanyaan ini tak ditanggapi.