BEDA BACAAN, BEDA WAWASAN


Pidato Prabowo Subianto tentang 'Indonesia Bubar 2030' bikin geger. Prabowo mengutip dari buku 'GHOST FLEET' karya Ahli Intelijen Strategis dan Direktur 'the Center for 21st Century Security and Intelligence'.

Prabowo tak masalah ada yang mencemooh dan membullynya. Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, dll.

"Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018), seperti dikutip Kompas.

Seorang aktivis sosmed, Agus Santoso menilai hanya orang-orang cerdas dan berwawasan bisa menangkap kekhawatiran seorang Prabowo.

Agus Santoso di akun fbnya mengunggah dua gambar, yang satu buku 'GHOST FLEET' yang jadi rujukan Prabowo, yang satunya Seseorang yang sedang membaca buku bersampul kartun Anak-anak dengan wajah berkerut seakan berfikir keras.

"Beda orang beda bacaan, kalo bacaannya majalah Bobo maka rentang waktu daya berpikirnya gak akan jauh. Intuisinya pun gak terasah..

Lalu kalian sibuk membully pidato Pak Prabowo yang bicara 2030?? Wajar!!! Karena memang wawasan dan apa yang kalian baca hanya sebatas judul dan dagelan-dagelan hoax yang katanya membangun.

Hanya orang-orang cerdas dan berwawasan bisa menangkap kekhawatiran seorang Prabowo. Gejala dan tanda-tanda itu sudah nyata di depan mata, masih tetap anggap itu Banyolan??

Bro, yang cerdas-lah... kalo pun kalian belum cerdas setidaknya buka pikiranmu..," tulis Agus Santoso.

BEDA BACAAN, AKAN BEDA WAWASAN

SESEDERHANA ITU...

__
NB: P.W Singer seorang ahli ilmu politik luar negeri, mendapatkan Ph.D dari Harvard University. Bersama rekannya August Cole, mereka mencoba memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan dalam konflik global. Agar prediksi dan perspektifnya hidup, ia tuliskan analisanya itu dalam drama novel 'GHOST FLEET'.

Karena yang menulis seorang yang sangat ahli, novel ini bahkan menjadi perhatian serius petinggi militer di Amerika Serikat. James G Stavridis, pensiunan laksama angkatan laut Amerika Serikat, yang kini menjadi dekan di Tufts University hubungan internasional, menyebut buku ini (novel) merupakan 'blue print' untuk memahami perang masa depan. Pemimpin militer di negeri Paman Sam itu mewajibkan para tentara membacanya.