Bantuan Kemanusiaan Turki Masuk ke Afrin, Pengungsi Pulang Kampung Pasca Kemenangan


[PORTAL-ISLAM.ID] Turki memberikan 30 ton bantuan selama operasi Afrin di Suriah. Badan bantuan bencana Turki (AFAD)/unit dibawah Kepresidenan Turki) telah mendistribusikan lebih dari 30 ton bantuan kemanusiaan ke seluruh Afrin sejak Ankara melancarkan operasi militer bersandi 'Olive Branch' di wilayah Suriah barat laut pada 20 Januari 2018.

Menurut sebuah pernyataan yang dikirim oleh Otoritas AFAD kepada Al Jazeera pada hari Senin (19/3/2018), badan tersebut berencana untuk mendirikan kamp-kamp untuk menampung 170.000 orang di sekitar provinsi Idlib di Suriah, serta wilayah militer Turki dan sekutunya (FSA) yang dikuasai di timur.

Kamp-kamp tersebut akan membantu gerakan sipil menuju daerah-daerah ini, kata AFAD.

Seorang pejabat senior Turki mengatakan, puluhan ribu orang Syria diperkirakan akan kembali ke wilayah yang telah dibebaskan pasukan Turki dan mujahidin Suriah FSA.

"Turki akan mencoba untuk meningkatkan infrastruktur dan sumber daya di Afrin setelah mereka diamankan untuk kembali," kata Yasin Aktay, penasihat utama Presiden Recep Tayyip Erdogan, kepada Al Jazeera.

"Kami tahu bahwa banyak pengungsi Suriah di Turki ingin kembali ke rumah jika lingkungan yang aman didirikan di wilayah asalnya, namun sebagian pengungsi yang lain lebih memilih tinggal di Turki sampai seluruh negara (Suriah) diamankan."

AFAD mengatakan bahwa pihaknya mulai memberikan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut pada 29 Januari, sembilan hari memasuki serangan militer di Suriah.

Sejak saat itu telah mendistribusikan lebih dari 30 ton bantuan makanan dan 8.267 botol air, bersama dengan peralatan kebersihan, selimut, dan pakaian ke 22 daerah.

Setelah kota Afrin dikuasai sepenuhnya oleh pasukan Turki-FSA pada Ahad kemarin, badan tersebut mengatakan sedang mempersiapkan operasi bantuan lebih lanjut.

AFAD mengatakan 160.000 pengungsi Suriah telah kembali ke kampung halamannya setelah operasi militer Turki sebelumnya -dijuluki Euphrates Shield- yang berakhir pada bulan Maret 2017 setelah tujuh bulan.

Selama serangan itu, Turki dan FSA merebut kota Jarablus di tepi sungai Efrat, mengusir ISIS keluar dari perbatasan 100 km, dan maju ke kota selatan al-Bab. (Aljazeera)