Bantah Propaganda Rezim Assad, Artefak Bersejarah Gereja dan Biara di Afrin Tetap Terjaga Oleh Pasukan Turki


[PORTAL-ISLAM.ID] AFRIN - Sebuah gereja bersejarah dan biara di wilayah Afrin Suriah barat laut di bawah perlindungan militer Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) tetap dalam kondisi baik, menurut komandan FSA.

Dari foto yang diambil oleh Anadolu Agency pada hari Jumat (30/3/2018), Gereja Julianus dan Biara Brad di desa Brad, 15 kilometer (9,3 mil) dari pusat Afrin, dalam kondisi yang baik tidak seperti apa yang diberitakan oleh kantor berita resmi SANA Suriah.

Komandan FSA Abu Abdul mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa rezim Bashar al-Assad sedang membuat propaganda jahat tentang Operasi Militer Turki di Afrin.

Turki meluncurkan operasi militer bersandi 'Operation Olive Branch' pada 20 Januari 2018 untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris dari Afrin di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan itu.

Pada 18 Maret 2018, pasukan gabungan Turki dan Mujahidin FSA berhasil membebaskan pusat kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian utama bagi teroris komunis Kurdi YPG/PKK sejak 2012.

"Rezim Assad menuduh kami menghancurkan bangunan bersejarah. Mereka menyebarkan laporan seperti itu hanya untuk menciptakan masalah," kata Komandan FSA Abu Abdul, menambahkan bahwa semua bangunan bersejarah penting itu dalam kondisi baik seperti yang terlihat dalam foto-foto.


Dia menolak semua klaim tentang anggota FSA atau pasukan Turki yang merusak situs-situs bersejarah.

"Kami melindungi artefak sejarah. Kami memulai revolusi untuk tidak merusak tetapi untuk kebebasan dan stabilitas negara kami."

Turki pada hari Sabtu membantah laporan media Lebanon yang mengklaim pesawat tempur Turki telah mengebom situs arkeologi Brad dekat Afrin.

"Tidak ada serangan udara yang menargetkan situs Brad [kuno], Gereja Julianus dan biara Brad yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Turki sejauh ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy.

Berasal dari abad keempat, situs kuno Brad dan artifak bersejarah di dekatnya telah masuk daftar warisan dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sejak 2011.

Sumber: Anadolu Agency