Balada The JakMania: Dihina Ahok, Dipuji Anies


[PORTAL-ISLAM.ID] Kemenangan telak Persija atas Bali United dalam Piala Presiden 2018 lalu seolah menjadi ajang terbangunnya Persija dari tidur yang panjang.

Terbukti setelah meraih kembali Piala Presiden, Persija kembali menang melawan pada matchday keempat babak penyisihan Grup H AFC Cup 2018 melawan Song Lam Nghe An, Rabu 14 Maret 2018.

Kemenangan berturut-turut ini langsung dipuji oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak pernah absen menonton pertandingan persija.

“Alhamdulillah tiga kali saya liat persija di kandang, tiga kali persija menang,” ungkap Anies usai pertandingan.

Anies juga mengutarakan bahwa malam ini Persija membuat warga Jakarta bangga.

“Kemenangan ini ibarat klimaks yang membahagiakan. Alhamdulillah Persija bikin kita bangga, Persija bikin kami merasa Ibu Kota punya klub yang sekarang bisa dibanggakan,” tambah Anies.

Bukan hanya Persija yang menuai pujian, Anies juga turut memberikan pujian kepada The Jakmania, sebutan untuk fans Persija.

Anies mengapresiasi Jakmania yang tertib mendukung tim kesayangannya selama jalannya pertandingan. Anies mengajak Jakmania untuk menjadi suporter yang menjunjung tinggi sportifitas.

“Jakmania sudah jauh lebih baik dan tertib. Saya sampaikan terima kasih kepada Jakmania yang sudah membuat suasana pertandingan penuh semangat dan konstruktif,” tandasnya.

Pujian-pujian Anies kepada Persija dan The Jakmania sangat bertolak belakang dengan komentar Gubernur pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.


Ahok menilai The Jakmania  sudah terlalu sering berulah. Menurut dia, saat itu, The Jakmania bukanlah kelompok pendukung Persija Jakarta, melainkan kelompok yang merusak citra klub tersebut.

"Kalau kamu cinta Persija, jangan rusuh. Kenapa sih persepsinya tiap Persija kalah mesti rusuh, ya enggak lucu dong kalau gitu. Itu namanya bukan suporter Persija, tetapi perusak Persija," kata Ahok di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu 25 Juni 2016.

Beda perlakuan Anies dan Ahok yang mencolok ini tentu menjadi alasan kuat mengenai redupnya nama Persija di zaman Ahok.

Jika Gubernurnya saja menghina dan merendahkan, bagaimana Persija dan The Jakmania mau menghormati Ahok? 

Tak heran jika kini Persija dan The Jakmania begitu menghormati Anies. [*]