Anis Matta, Anugerah Allah Yang Tersingkirkan


Oleh: Tengku Zulkifli Usman
(Analis Politik Dunia Islam Internasional)

Jujur aja, saya tidak banyak membaca buku-buku Anis Matta.

Hanya satu atau dua buku beliau saja yang saya baca, itupun dulu sudah lama, tahun 2007an.

Tapi karena saya banyak mengkonsumsi buku buku al Maududi, Quthb, Alqardhawi, Tariq Ramadhan, as Syallabi, an Nadawi, al Banna, dkk.

Lalu saya banyak mengkonsumsi buku buku nya Huntington, F Fukuyama, Chomsky, Van Deth, dkk nya.

Oleh sebab itu, sejak 8 tahun terakhir saya gak gagap memahami politik barat dan Islam dalam konteks apapun alhamdulillah.

Oleh sebab itu, tidak sulit juga bagi saya memahami pemikiran Anis Matta dalam rimba Islam Politik Indonesia.

Karena jarang membaca buku Anis Matta, lalu saya hanya menyempatkan diri mendengar ceramah-ceramah ybs dalam banyak kesempatan, jadi jauh kalau mau dibilang saya fanatik sama beliau, sama sekali gak.

Yang saya tau, pemikiran Anis Matta itu lebih banyak ke haluan kanan tengah dan moderat ketimbang semua pemikiran pemikiran tokoh PKS lain di tingkat pusat.

Pemikiran Anis Matta itu kalau dalam peta dunia Islam, termasuk langka dan bisa dibilang cerdas nya kebangetan, selali lagi, yang paham masalah dengan utuh yang tau hal itu.

Pemikiran Anis Matta inilah yang kalau kita ke Tunisia ketemu sama pemikiran Syech Ganoucci, dan kalau kita ke Maroko, ketemu sama pemikiran nya Benkirane dan Al Otsmani, tapi lebih dekat ke al Otsmani.

Kalau kita ke Mesir, pemikiran Anis Matta ini dekat dengan Mursyid Aam Muhammad Bai', dan lebih dari itu juga cocok dengan pemikiran Abul Futuh disatu sisi.

Oleh sebab itulah, nama Anis Matta adalah nama yang paling dikenal di Asia Tenggara dalam urusan Islam dan Politik, narasinya yang cukup cerdas ini menempatkan anis matta sebagai "the singel one islamic political scientist" di kawasan ini, begitu pendapat teman teman saya para pengamat politik di wilayah Asia ini.

Anis Matta juga satu-satunya tokoh PKS sepanjang sejarah yang namanya disebut dalam parlemen Uni Eropa, saking cerdas nya narasi beliau tentang Islam.

Inilah sebab utama, kenapa seperti ada kesan, ada kekuatan yang ingin menyingkirkan beliau secara sistematis dari panggung politik tanah air, saya gak sebut namanya siapa.

Anis Matta ini ditakuti oleh banyak pihak yang bermental budak dan berkacamata kuda, baik dari kalangan Islam sendiri, lebih lebih dari kalangan kiri blok politik liberal, Anis Matta adalah momok menakutkan.

Pada dasarnya kalau kita kaji lebih jauh, Anis Matta jauh dari kesan ekstrem dan radikal, bahkan Anis Matta gak masuk sama sekali dalam cakupan tesis "Radical Reform" nya Profesor Tariq Ramadhan.

Tapi Anis Matta ditakuti karena ide negara dan agama nya, narasi besar Anis Matta untuk agama dan negara yang madani dan berdaulat serta adil dan makmur, adalah ide besar yang bisa membuat kawasan goncang jika Anis Matta jadi presiden RI.

Penjegalan terhadap Anis Matta ini bukan hanya sangat rapi tapi juga terhitung kasar, Operasi politik dimainkan dengan cantik agar Anis Matta benar benar hilang dari peredaran di masa yang akan datang

Tentu akan kita lawan cara cara begini, gak peduli siapapun orang dan konspiratornya, karena membuang Anis Matta sama dengan mengkebiri Islam politik Indonesia.

Anis Matta wajib dibela dan diperjuangkan, Indonesia yang miskin ini jangan sampai dibiarkan membuang tokoh yang sangat "kaya" tersebut demi ambisi para mafia yang sepakat mengambil untung atas rugi nya rakyat Indonesia.

27 Maret 2018

___
*Sumber: dari fb penulis
Link: https://www.facebook.com/tgkzulkifli.usman/posts/960929214076605