Ulama Dibantai Dibunuh DIAM SAJA, Gereja Pendeta Diserang Teriak "Toleransi"


[PORTAL-ISLAM.ID] Setelah "orang gila" bersenjata tajam melakukan teror, penyerangan, penganiayaan dan bahkan pembunuhan terhadap ulama/ustdaz di wilayah Jawa Barat... kini di Yogyakarta gereja, jemaat, dan pendeta tiba-tiba diserang orang tak dikenal.

KH Umar Basri dianiaya saat dzikir di Masjid usai sholat Subuh. Selang beberapa hari Ustadz Prawoto dianiaya saat hendak sholat Subuh dan akhirnya meninggal dunia.

Kemarin, Minggu (11/2/2018), ibadah misa yang digelar di gereja St Lidwina Dukuh Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta diteror. Lelaki bersenjata tajam menyerang jemaah yang sedang khusyuk berdoa. Pendeta terluka. Penyerang akhirnya ditembak.

Siapapun akan mengutuk kekerasan kepada siapapun, agama apapun, di masjid atau di gereja. Kemanusiaan dan kepedulian tak memandang agama.

Penyerangan ini, yang menimpa baik korbannya Ulama maupun Pendeta banyak pihak yang curiga bukan tiba-tiba atau acak, tapi by design. Tangan-tangan keji hendak menyobek keutuhan NKRI.

Banyak tokoh yang mengingatkan adanya upaya adu domba antar umat beragama.

Namun sangat disayangkan, ada pihak-pihak yang malah memprovokasi dengan menyeret-nyeret soal Toleransi.

Saat gereja dan pendeta diserang, pihak-pihak ini lantang berteriak menyoal Toleransi. Mengutuk keras. Bahkan menyeret-nyeret agama lain.

Saat ulama dianiaya sampai dibunuh, Mereka diam. Gak ada yang nuduh "toleransi" atau nyeret-nyeret agama lain.

Namun saat gereja diserang, tiba-tiba menyoal "toleransi", menyeret-nyeret agama lain.

Inilah sesungguhnya antek-antek pemecah belah bangsa.

Teror itu soal kemanusiaan. Dia dikutuk tanpa melihat siapa dan agama apa yang menjadi korban.

Perlakuan "pilih kasih" "berat sebelah" dalam teror yang terjadi hanya akan memperuncing masalah. Menyiram minyak ke api. Menyulut perpecahan. Dan itulah yang dimaui oleh siapapun di balik teror ini.

Maka tepat apa yang disampaikan Zara Zettira:

"Ulama diserang, kini gereja dan pastur juga diserang.
Semestinya makin jelas, ini bukan soal toleransi antar umat beragama melainkan perang antara PEMBENCI agama vs umat beragama."