TERCYDUK! Sebut di Pakistan Ada Xi Jinping Airport, Jokowi KIBULI Luhut Panjaitan. INI FAKTANYA!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi meminta sejumlah bandara di Indonesia diserahkan kepada swasta. Di antaranya Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Bangka Belitung.

"Saya kemarin dipanggil jam 11 pagi oleh Presiden, katanya 'Itu lapangan terbang, Pak Luhut, kasihin saja. Seperti Silangit, Jakarta, Bangka Belitung, kasih privatisasi saja. Siapa yang masuk, asal hitungannya jelas'," katanya saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan 2019 di Jakarta, Kamism 1 Februari 2018.

Luhut menjelaskan Presiden juga sempat bercerita kepadanya soal Pakistan yang mendapatkan investasi Cina melalui One Belt Road sebesar 60 miliar dolar AS. Presiden juga bercerita bahwa bandara di ibukota Pakistan, Islamabad, bahkan dibangun oleh Cina dan akan dinamakan dengan nama Presiden Cina, Xi Jinping.

"Katanya, 'Gila, bandara di ibukota mereka Islamabad itu dibangun Cina. Dibikin lapangan terbang namanya Xi Jinping Airport. Saya terkaget-kaget kok Xi Jinping Airport bisa begini.' Saya tanya kok bisa, tapi kata Presiden 'Ya biarin saja namanya karena katanya itu barangnya milik dia, nanti 10 tahun kemudian bisa diganti namanya.' Itu cerdik'," kisahnya.

Sumber: Republika
------
Namun, selidik punya selidik ternyata info yang diperoleh oleh Jokowi merupakan guyonan alias prank yang biasa disebarkan pada tanggal 1 April

Berikut kutipan The Huffington Post https://www.huffingtonpost.com/entry/what-an-april-fools-day-prank-says-about-the-love_us_58e6f663e4b00dd8e016ea90

Some of the best ones this year include Trump buying the iconic Liberty Hall of Dublin and the UK, following Brexit, withdrawing from Eurovision.

But one prank by a Pakistani newspaper blurred the boundary between the light tone intended for an April Fools’ Day prank and the more serious one for discussion of geopolitics in Asia. On April 1, Pakistan’s Express Tribune published a prank piece on naming the new capital airport after Xi Jinping, China’s president “as a token of appreciation for the multi-billion dollar China-Pakistan Economic Corridor.”

Kepolosan Presiden Jokowi menceritakan prank, yang oleh Luhut Panjaitan diteruskan kepada para wartawan, dan dianggap serius oleh keduanya menjadi sebuah catatan bahwa Presiden dan Luhut Panjaitan sebagai pejabat tinggi negara harus ekstra hati-hati dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi.

Berikut tanggapan warganet dunia terkait kabar bohong soal keberadaan Airport Xi Jinping di Pakistan yang tersebar pada bulan April 2017 lalu.