Riset RADIAN Pesaing Jokowi di Pemberitaan Capres: Anies Tertinggi, Fahri Salip Gatot


[PORTAL-ISLAM.ID] Radar Media Nasional (RADIAN) kembali merilis hasil temuan dari riset khusus liputan media terhadap figur nasional yang mulai disebut sebagai capres 2019 di media online, media sosial dan media televisi berbasis digital.

Pada riset periode November 2017-Januari 2018, nama Gubernur Jakarta Anies Baswedan menguasai 49% share, mengalahkan Prabowo yang hanya 19%. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah konsisten naik dan mendekati Prabowo Subianto sebesar 14%.

Selain nama-nama itu, di periode kwartalan ini, muncul juga nama Gatot Nurmantyo, Agus Yudhoyono dan Muhaimin Iskandar. Dua nama terakhir mengait dengan kata kunci ‘capres’ kombinasi dengan ‘cawapres’.

Pengumpulan data digital RADIAN kali ini mengambil data periode 12 bulan, 6 bulan, 3 bulan dan 1 bulan terakhir. Dari perbandingan tersebut, posisi Anies Baswedan konsisten naik dari 37%, 40%, 42% hingga sebulan terakhir mencapai 49%.

Pola yang sama terjadi pada Fahri Hamzah yang dalam lingkup 12 dan 6 bulan masing-masing 8%, naik 10% dalam 3 bulan terakhir, naik lagi di posisi 14% sebulan terakhir. Sementara Prabowo Subianto naik dari 14% hingga terakhir 19%. Sebaliknya mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo turun drastis dari 30% menjadi 4% sebulan terakhir. Prabowo Subianto mencatatkan 2.630 pemberitaan relevan sementara Fahri Hamzah mendapatkan 1.952 pemberitaan dari total 14.109 pemberitaan figur yang relevan terkait capres pada 1 bulan terakhir.


Beragam metode digunakan nama-nama yang telah secara serius masuk bursa Capres 2019, baik dengan ‘brand activation’ melalui penggalangan dukungan dan pembentukan jaringan relawan, media luar ruang, maupun media massa dan alternatif. Hasil riset RADIAN periode Januari juga mengeluarkan hasil riset terkait partai politik, figur dan isu relevan. PKS yang sedang menggodok 9 nama capres internalnya justru dibaca oleh mesin analisis RADIAN paling relevan justru dengan tema pilkada serentak dan verifikasi faktual. Adapun influencer utama PKS adalah Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI yang sedang bersengketa dengan elit partainya, dan Jazuli Juwaini, Ketua Fraksi PKS yang tidak masuk daftar capres dari internal.

“Riset ini bukan menghitung jumlah kemunculan figur di media, melainkan relevansinya dengan penyebutan mereka sebagai kandidat Capres 2019 melawan Jokowi. Hasil riset ini bisa menggambarkan kerja tim media setiap figur, pemanfaatan kanal media untuk ‘branding & PR’, dan juga bisa menangkap aspirasi publik yang menginginkan mereka masuk bursa capres. Ini terutama yang muncul melalui polling mandiri, analisis dan usulan yang dibagikan pengguna media sosial dan warganet pada umumnya,” kata B. Poetra, analis senior RADIAN, dalam rilisnya, Senin (19/2/2018).