Prabowo: Saya Kehilangan Ajudan Terbaik, Ditembak tidak Jelas


[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku kehilangan salah satu kader sekaligus ajudan terbaiknya yang tewas ditembak beberapa waktu lalu.

Kader Gerindra, Fernando Alan Joshua Wowor, meninggal dunia karena ditembak anggota Brimob Polri, Briptu AR. Insiden penembakan itu terjadi pada Sabtu dinihari (20/1/2018). (Baca: Kronologi)

Saat kejadian berlangsung, Prabowo dikabarkan sedang berada di luar negeri.

“Saya sendiri kehilangan salah satu ajudan saya yang terbaik. Anak orang yang tidak berada, tulang punggung keluarganya. Ditembak tidak jelas,” kata Prabowo pada perayaan HUT Ke-10 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu 10 Februari 2018.

Prabowo pun berencana mengunjungi ibu Fernando di Minahasa, Sulawesi Utara pada Minggu (11/2/2018). Kunjungan Prabowo itu sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga Fernando.

“Besok saya akan ketemu ibunya, berangkat ke Minahasa. Karena dia anak buah saya,” ujar dia.

Prabowo mengatakan, ia dapat merasakan apa yang dirasakan pihak-pihak yang mendapat perlakuan seperti Fernando.

“Ini imbauan dan saya mengajak partai Gerindra untuk selalu tegar, selalu berani, selalu menjaga kebaikan, kekompakan,” lanjut Prabowo.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu menyatakan sudah meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus tertembaknya Fernando.

“Meski pelaku penembakan adalah oknum anggota Polri, kami percaya dan mendukung penuh aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara profesional, netral, adil, jujur dan transparan,” kata melalui keterangan tertulisnya, Minggu (21/1/2018).

Edhy mengatakan Fernando Wowor dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan religius. Selain itu Fernando juga dinilai memiliki loyalitas tinggi.

“Dia (Fernando) adalah seorang adik dan kader yang baik, cerdas, religius dan memiliki loyalitas serta solidaritas tinggi, baik dalam berteman maupun dalam berpartai,” kata Edhy.  (Kanigoro)