MERINDING.. INILAH Akhlak Mulia Seorang Anies Baswedan di Hadapan Orang yang Lebih Tua


[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memang berbeda. Sejak dulu Anies memang sederhana, tak neko-neko dan selalu tampil apa adanya.

Kesederhanaan ini juga tampak saat Anies menghadiri acara mengenang almarhum A.M. Fatwa yang telah banyak berjasa bagi Jakarta

Tak diduga dan tanpa basa-basi, Anies tiba-tiba langsung menghampiri seorang tamu yang sudah sepuh. Dengan penuh hormat, Anies berjongkok dan mengajak tamu tersebut berbincang.

Sekilas tak ada yang istimewa. Namun momen sederhana yang kemudian ramai diabadikan para jurnalis dan tamu undangan tersebut memiliki pesan sangat dalam.

Sebagai seorang Gubernur, Anies memilih untuk tidak sekadar menyalami. Anies memilih menempatkan diri lebih rendah ketimbang seorang tamu sepuh. Anies tahu bagaimana menghormati seseorang yang berusia lebih tua daripada dirinya.

Anies berbincang dengan lembut. Sorot matanya menampakkan keramahan yang tak dibuat-buat. Sikap hormat Anies pun berbuah senyuman manis dari tamu tersebut.

Kesederhanaan Anies juga tampak dalam pidato sambutannya mengenai AM Fatwa. Anies mengatakan Jakarta kehilangan AM Fatwa.

"Kami di Pemprov DKI merasa ada sesuatu yang hilang dari berpulangnya Pak A.M. Fatwa. Saat Almarhum menjadi anggota DPD RI sangat memperhatikan kami, seluruh jajaran pemprov terkait kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI" papar Anies, Senin, 12 Februari 2018.

Contohnya, lanjut Anies, saat kasus Bukit Duri. Saat itu Pemprov DKI Jakarta memutusan tidak naik banding.

"Almarhum mengirimkan SMS khusus mengucapkan terimakasih. Dan menyebutnya, 'Saudara gubernur, Terima kasih tidak melakukan naik banding.' Pesan itu diteruskan ke seluruh jajaran kita," kenang Anies.

Pidato Anies pun disambut senyum serta tepuk bahagia para tamu

Begitulah Anies. Meskipun ia kini sudah menjadi seorang Gubernur, namun kesederhanaan tak pernah hilang dari dirinya. Kesederhanaan yang tulus, bukan sekadar pencitraan.

Anies memahami bagaimana cara membahagiakan dan mensejahterakan warganya. Bukan dengan pembangunan infrastruktur yang mentereng, namun "memanusiakan" warga Jakarta.