Ketua PWI Ajak Pilih Jokowi 2019, Letjen (Purn) Suryo Prabowo: Apa Pers Berfungsi Sebagai "Jilaters"?

IMG42

[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono mengajak masyarakat Sumatera untuk kembali memilih Joko Widodo pada Pemilu Presiden tahun 2019. Alasannya, pemimpin yang baik adalah yang disukai rakyat, dan itu ada pada Jokowi.

Seruan yang bernada canda itu disampaikan Margiono dalam pidatonya pada pembukaan Hari Pers Nasional di Kota Padang, Sumatra Barat, pada Jumat, 9 Februari 2018.

Bermula ketika Margiono melihat begitu banyak spanduk penyambutan kedatangan Presiden Jokowi. Dalam spanduk yang ia jumpai terdapat kata "mokasi" (terima kasih).

"Saya penasaran dengan kata mokasi yang terdapat di spanduk penyambutan itu. Saya pun bertanya kepada Gubernur Sumatra Barat (Irwan Prayitno)," kata Margiono, Jumat 9 Februari 2018.

Saat bertanya kepada sang gubernur, dia segera mengetahui artinya terima kasih atau makasih. Kata terakhir itu dipelesetkan dengan "mau kasih".

"Sumbar mau kasih apa? Lalu saya bisikkan ke Gubernur, kasih Pak Presiden suara yang paling banyak di 2019 nanti," katanya.

Margiono juga menyampaikan tantangan pers sekarang dan masa yang akan datang. Media dan wartawan, katanya, seperti kehilangan peran, terutama ketika pejabat malah banyak memilih kolom media sosial. Bahkan media juga sekarang banyak mengangkat isu yang berasal dari netizen.

Walau demikian, Margiono menyebutkan bahwa kini sudah tercatat empat belas ribu wartawan yang dinyatakan berkompentensi dan lulus uji kelayakan.

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/nasional/1005424-ketua-pwi-ajak-masyarakat-kembali-pilih-jokowi

***

Pernyataan Ketua Umum PWI ini mendapat sorotan luas publik.

"Apakah FUNGSI PERS dan JURNALISTIK dalam negara demokrasi itu untuk MENDAHULUI kampanye politik atau berfungsi sebagai sarana “jilaters”?" ujar mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn.) Johannes Suryo Prabowo, melalui akun twitternya.



Warganet yang lain menimpali.

"Nah, jadi paham kan kenapa isi berita ttg Jokowi selalu abal-abal: sandal jepit, mie rebus, kamar murah, kaos oblong, kuis ikan. Apalagi?" celetuk akun @herditiya1.

"Pers itu seharusnya Netral, Aneh kalau ketua PWI sudah seperti tim Sukses. Lagian Orang Sumbar itu paling Jeli & paling selektif dlm hal memilih Pemimpin. Mengajari Orang Minang berpolitik ibarat mengajari Ustadz mengaji," komen akun @ronaldy596.

Seperti diketahui, di Pilpres 2014 lalu Jokowi kalah telak di provinsi Sumatera Barat. Jokowi hanya memperoleh 23,08%, kalah telak dengan Prabowo yang meraih 76,92%.