ANEH!! Ahok Dampingi Jokowi di Podium Saat Piala Presiden 2015, Mengapa Anies Dilarang?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Seperti diketahui, Piala Presiden sudah usai. Pemenangnya adalah Persija, yang berhasil menaklukan Bali United dengan skor 3-0 di Gelora Bung Karno, Sabtu 7 Februari 2018.

Namun ada yang janggal dalam prosesi kemenangan. Jika pada Piala Presiden 2015, Gubernur DKI Ahok, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Walikota Bandung Ridwan Kamil diizinkan ke podium untuk memberi ucapan selamat kepada Persib sebagai pemenang, mengapa tahun ini, Anies tak diizinkan untuk ke podium?

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade mengungkap, Gubernur Anies sebenarnya sudah diinformasikan panitia untuk turun mendampingi Presiden Jokowi dalam penyerahan piala.

Sayangnya, di detik-detik akhir namanya dicoret. Hal itu diketahui dari laporan atau informasi ajudan Gubernur.

"Namanya last minute dicoret dan ditahan Paspampres," ujar Andre, Ahad, 18 Februari 2018.

Andre yang saat pertandingan ikut mendampingi Anies, menyayangkan sikap panitia, dalam hal ini Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait.



"Saya tahu karena saya ada disitu, dan ajudan Mas Anies langsung menginfokan ke saya. Lalu saya langsung berdiskusi dengan mas Anies. Ada juga Mas Candra Wijaya (politisi PAN). Disaat diskusi berlangsung, bang Effendi Ghazali bergabung dengan kami dan beliau menyampaikan sebagai MC Piala Presiden yang pertama, bang Effendi mengundang kang Emil dan Kang Aher turun ke lapangan untuk mendampingi Presiden Jokowi," ujar Andre.

Semestinya, kata dia, Gubernur Anies mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan Piala Presiden 2018.

Ia menyinggung perhelatan Piala Presiden 2015 lalu, dimana saat Persib menjadi juara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil diundang naik ke panggung dalam penyerahan piala.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut turun ke panggung penyerahan piala meskipun Persija tak menjadi pemenang. Ahok nendampingi Jokowi karena Final Piala Presiden 1015 lalu digelar di Jakarta.

"Akhirnya dalam diskusi kecil, mas Anies memutuskan akan turun ke lapangan setelah Presiden Jokowi selesai, lalu mas Anies langsung turun dan mengajak saya dan bang Effendi Ghazali keliling lapangan untuk bertemu pemain Persija," Andre menambahkan.

Menurut aktivis 98 Pius Lustrilanang, secara protokoler, Anies memiliki hak untuk berdiri di sisi Jokowi.

"Sebagai Gub DKI Jakarta, Anies punya hak protokoler kenegaraan. Dia setingkat menteri. Dalam acara resmi daerah yg dihadiri Presiden, posisi Anies di samping Presiden, tak terkecuali Final Piala Presiden," urai Pius.

Pius menambahkan, upaya memperlakukan Anies secara tak sehat hanya akan membuat Anies semakin kuat sebagai penantang Jokowi di 2019.

"Perlakuan tak sehat terhadap Anies hanya akan membesarkannya sebagai penantang terkuat 2019," imbuhnya.

Ini bukti foto-foto unggahan warganet.