Memilah Partai Baik dan Tidak Baik Zaman Now


[PORTAL-ISLAM.ID]  Siang tadi seorang kawan menyampaikan kini, katanya hanya ada dua partai yang bagus. Partai itu Nasdem dan Perindo. Alasan kawan itu karena hanya dua partai itu kini yang tak minta uang bagi rekomendasi cagub, cabup, calon legislatif, malah dibiayai.

Verifikasi kami di Nasdem pembiaya utama TW DJD, FT, SP. SP bahkan hanya saham terkecil. Di belakang mereka mengekor konglo seperti JR IW, bahkan jaringan Podomoro. Sedangkan partai Perindo ya jelas HT, ya konglo lagi, yang cari massa termasuk ke pesantren, sumbang dana ini dan itu.

Oligarki fullus mulus telah membuat partai ibarat perusahaan. Dari verifikasi kami tak ada lagi partai baik, tapi semua partai kepentingan.

Mereka bisa tak minta uang dari caleg, cagub, cabup, karena sedang cari nama agar nanti banyak anggota legislatif atau punya penguasa daerah, sehingga ujung-ujungnya kepentingan bisnis.

Di Jakarta kita sudah dipertontonkan “Pulau Reklamasi”, di Jawa barat kita dipertontonkan Maikarta. #PartaiBaikDanTidak itu sekedar menyebut dua contoh. Guna partai ya untuk kepentingan keuntungan fulus, tak ada lagi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Jadi sejatinya tak ada itu partai baik dan partai tak baik, sekali lagi yang ada hanya partai kepentingan keuntungan pemilik, pemegang saham mayoritas. Bahkan partai sudah lama seperti PDIP , Golkar ya sama saja semua kini.

#PartaiBaikDanTidak dikotomi dua kata hasteg ini pun sejatinya hanya penulisan kata saja. Rillnya nihil. Nah bila demikian untuk apa partai partai bagi peradaban BERPANCASILA ke depan. Mboooh, Raa ono, blasss.

Penulis: Fransiskus Widodo