Makin Difitnah, Pamor Anies-Sandi Makin Naik


[PORTAL-ISLAM.ID]  Minggu lalu sontak netizen dikejutkan dengan berita-berita di media online banyak becak dari luar kota masuk ke Jakarta. Tujuan mereka agar bisa mangkal ikutan mengais rezeki di Ibukota. ( Baca: Kalangan Tukang Becak Mulai Masuk Jakarta dan Padati Kolong Flyover Bandengan )

Kalau memang itu terjadi aneh saja tukang becak itu nekat datang ke Jakarta dengan membawa becak. Itu jarak jauh rasanya mustahil. Segala konsekuensi tidak terpikir oleh mereka termasuk biaya ke Jakarta tempat tinggal selama di Jakarta.

Secara logika becak yang dibawanya tidak mungkin dengan mudah diakomodasikan sendiri oleh mereka. Jarak yang jauh mereka tempuh dengan mengendarai becak berangkat ke Jakarta. Mustahil sekali.

Para tukang becak itu seperti ada koordinir diprovokasi agar mangkal di Ibukota karena Gubernur membuka kesempatan becak mangkal kembali. Mereka dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membuat Jakarta jadi kumuh dan crowded dengan keberadaan becak.

Sedangkan Gubernur mengizinkan becak hanya boleh mangkal di daerah tertentu seperti perumahan, komplek sekolah dan pasar. Becak tidak beroperasi di jalan raya apalagi jalan besar/protokol.

Awalnya saya percaya bahwa itu adalah benar bukan hoax. Berita diangkat oleh beberapa media dengan foto yang sama. Tapi dari beberapa sumber yang saya dapat itu adalah hoax.

Beberapa Informasi saya dapatkan dengan foto-foto yang jelas bahwa penampakan becak yang diangkat media itu adalah becak yang ada di Jakarta yang sedang dikumpulkan oleh Pemprov DKI untuk didata dan diberikan Stiker di masing-masing kendaraan becaknya.

Entah siapa yang memulai framing berita di media sampai di sosial media manapun jadi gaduh. Tapi dari beberapa cuitan di twitter kedatangan becak ke Jakarta memang sengaja diciptakan oleh pihak tertentu lalu digoreng dan diviralkan di sana.

Tujuan oknum itu nggak lain tujuannya menggagalkan kebijakan Gubernur dalam pengadaan akomodasi kendaraan becak. Kalau Jakarta jadi semrawut dan kacau balau maka kebijakan Gubernur gagal.

Upaya penjegalan terhadap Anies Sandi tidak hanya dia soal becak saja tapi juga soal banjir, jalanan yang ditutup. Sudah terbaca peta rencana mereka dalam upaya menghitamkan Anies-Sandi. Tujuan mereka cuma satu. Mencitrakan Anies-Sandi gagal memimpin Jakarta.

Upaya pihak tertentu yang ingin menjatuhan Anies-Sandi itu sudah jelas. Dan kondisi itu dibuat makin panas dengan bumbu pedas oleh haters Anies-Sandi . Pendukung Ahok yang tidak bisa move on karena kemenangan Anies-Sandi.

Twitwar di sosial media menjadi viral antara Aniser dan Ahoker dari mulai kritik hingga fitnah menggunakan alat bantu pihak ketiga. Gambar diedit jauh dari aslinya sampai video pun diedit untuk mendowngrade Anies-Sandi.

Fitnah jahat dan keji mereka gencarkan. Satu hari satu fitnah harus keluar. Berita dari media-media. Buzzer bayaran menjalankan tugasnya masing-masing. Tidak fitnah mereka bakal kelaparan.

Hingga populer istilah 'Cebong' barisan sakit hati, haters Anies-Sandi. Yang tidak pernah mendahului otak dari pada perut. Artinya selalu mendahului perut ketimbang otak. Gencar tebar fitnah hoax yang dibuat setiap hari dengan upah bonus berupa nasi Kotak.

Kembali ke soal becak. Buzzer bayaran gencar menggoreng berita fitnah keji dan nyinyiran pedas. Bahkan mereka edit foto Bapak Jokowi sedang mengayuh becak. Sadis fitnah mereka. Seperti propaganda benturkan masalah lain ke ranah hukum.

Mereka ciptakan issue masalah dan bumbu hasil editan foto dan video. Masing masing buat issue berbeda dengan sarat provokasi dan dipasang lalu disebar oleh follower mereka ke semua sosmed yang notabene tidak ikut merasakan pendapatan si buzzer. Bodohnya follower mereka.

Dikatakan Jakarta bakal crowded dengan becak. Jakarta bakal kumuh dan penuh becak di sekitar jalanan protokol. Tukang becak luar kota bakal kumpul di Jakarta dan masih banyak lagi. Becak menjadi sangat populer. Haters Anies-Sandi sudah mempopulerkan becak Anies.

Tukang becak naik pamor dan dampaknya Anies Sandi makin Populer dan makin dicinta oleh rakyat kecil di Jakarta. Keberpihakan Gubernur pada rakyat kecil diwujudkan. Hingga program OK OCE naik pamor. Haters membuat istilah becak OK OCE.

Gubernur katakan di media bahwa tukang becak di Jakarta menolak tukang  becak luar kota. Artinya hanya becak yang sudah ada di Jakarta yang akan didata. Dan itu jumlahnya sudah cukup banyak. ( Baca: Anies: Ada Becak dari Luar Kota ke Jakarta )

Saya melihat semua itu justru bagus. Olahan para haters justru membuat nama Anies-Sandi makin viral makin naik pamornya. Karena fitnah demi fitnah perlahan terbongkar. Aniser tidak tinggal diam. Fitnah satu persatu dikupas, dibongkar hingga akhirnya twitwar tidak terhindarkan.

Haters makin bringas. Rela membelah diri untuk tersakiti menolak move on. Orang waras berusaha lupakan semua hal yang menyakitkan tanpa mengjngat lagi. Tapi haters alias cebong justru memupuknya sampai jadi kerak kebencian dan sudah siap tersakiti seumur hidup. Bahlul!!!

Penulis: Hanuka Dewi