Mahathir Mohamad Ditetapkan Kandidat Perdana Menteri Malaysia Berpasangan dengan Wan Azizah


[PORTAL-ISLAM.ID] Mantan perdana menteri Malaysia yang paling lama berkuasa, Mahathir Mohamad, kembali dipilih sebagai kandidat Perdana Menteri pada pemilu yang akan digelar Maret 2018 atau paling lama Agustus 2018.

Jika sebelumnya Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri mewakili Partai UMNO (Koalisi Barisan Nasional), kali ini ia ditunjuk untuk mewakili kubu koalisi oposisi Pakatan Harapan.

Keputusan untuk menetapkan Mahathir sebagai calon perdana menteri diambil dalam pertemuan para petinggi kubu oposisi di Shah Alam, Minggu (07/01/2018). Koalisi oposisi Pakatan Harapan terdiri dari empat partai, Partai Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan Mahathir Mohamad, Partai Keadilan Rakyat di bawah komando Wan Azizah Wan Ismail - istri mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim, Partai DAP (Democratic Action Party) dan Partai Amanah.

"Fokus utama kami adalah menyelamatkan negara tercinta," kata Mahathir ketika menerima penetapannya sebagai calon perdana menteri.

"Tidak mudah bagi partai-partai yang sebelumnya menjadi musuh saya untuk menerima saya, tetapi mereka sadar akan pentingnya meruntuhkan pemerintahan yang sekarang," tambahnya.

Dulu musuh, kini berkoalisi

Partai Keadilan Rakyat dengan tokoh utama Anwar Ibrahim merupakan musuh politik Mahathir Mohamad namun sekarang mereka sudah rujuk. Bahkan Mahathir sudah sepakat mengupayakan pembebasan Anwar Ibrahim dari penjara dalam kasus sodomi.

Mahathir di masa pemerintahannya dan bahkan setelah pensiun pun juga memusuhi partai kiri-tengah DAP.

Jika oposisi menang dalam pemilu Malaysia tahun ini maka Mahathir Mohamad yang kini berusia 92 tahun akan menjadi salah satu pemimpin tertua di dunia.

Sementara itu, Presiden Partai Keadilan Rakyat, Wan Azizah Wan Ismail, ditetapkan sebagai calon wakil perdana menteri. Rapat Pakatan Harapan juga menetapkan Anwar Ibrahim akan dipersiapkan sebagai pengganti Mahathir Mohamad jika oposisi menang dalam pemilihan umum.

Masa hukuman Anwar Ibrahim akan berakhir pada tanggal 8 Juni. Berdasarkan undang-undang di Malaysia, ia akan dikenai larangan terjun ke dunia politik selama lima tahun setelah masa hukuman berakhir, kecuali ia menerima pengampunan dari raja.

Mandat pemerintahan sekarang di bawah Perdana Menteri Najib Rajak akan berakhir Agustus, namun muncul spekulasi pemerintah akan menggelar pemilihan umum dalam bulan-bulan mendatang.

Dalam wawancara dengan CNN, Mahathir memuji Anwar Ibrahim, pria yang pernah dibimbing sampai menjadi Wakil Perdan Menteri, kemudian difitnah, dipecat dan dipenjara.

Mahathir mengatakan bahwa mereka mengesampingkan persaingan sengit untuk fokus pada mengalahkan petahana PM Najib dan UMNO, partai yang pernah dipimpin Mahatir dan kini dipimpin Najib.

"Ini untuk menyingkirkan pemerintah ini. Dia [Anwar] ingin menyingkirkan Najib dan saya ingin menyingkirkan Najib," kata Mahathir kepada CNN. "Jika Anda ingin menyingkirkan Najib kita harus bekerja sama, kita harus melupakan masa lalu."

"Saya akan melakukannya," kata Mahathir. "Saya tidak akan bertahan lama (usia) dan saya siap untuk itu. Tapi selama saya bisa berkontribusi, saya akan melanjutkan, dan saya akan mengembalikan Anwar jika itu adalah keinginan partai."

Sumber: BBC, CNN