Kapolri Tito Akui Polisi Tak Disukai Masyarakat, INI Alasannya


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengakui di masyarakat korps yang dipimpinnya ada yang mencintai, tetapi juga dibenci.

“Polri memiliki dua sosok di hadapan masyarakat. Beberapa mereka memandang Polri sebagai instansi yang dicintai dan sebagian membencinya,” kata Tito dalam konferensi pers akhir tahun 2017 Polri di Mabes Polri, Jumat, 29 Desember 2017.

“Sosok Polri dicintai kala Polri mencegah kriminalitas dan membantu masyarakat. Adapun dibenci kala polisi bertindak keras atau tegas kepada masyarakat,” ujarnya.

Tito menjelaskan untuk meningkatkan citra yang dicintai oleh masyarakat Polri melakukan pengembangan organisasi di wilayah Polri. Pertama, pembentukan Korbinmas, Korsabhara, dan Korpolairud disertai penghapusan jabatan Wakabaharkam pada Baharkam Polri, rotasi ini demi mengefisiensi kinerja Polri.

“Hal penting selanjutnya adalah penguatan kepangkatan KaDensus 88 ditingkatkan menjadi bintang 2 dari pangkat Brigjen jadi Irjen dan Wakadensus dari Kombes jadi Brigjen. Alasannya meningkatnya tindakan terorisme salahsatunya munculnya jaringan ISIS di Indonesia. Sehingga Densus 88 perlu diperkuat,” ujarnya.

Tito mengungkapkan persoalan maraknya hoax dan terungkapnya jaringan saracen di tahun 2017. Sehingga Polri membentuk Biro Multimedia melalui Dib Humas Polri , Direktorat Keamanan Khusus (Baintelkam polri) dan membentuk Direktorat siber (Bareskrim Polri).

“Menjaga keamanan lalulintas juga menjadi citra baik bagi Polri. Sehingga dibentuknya Ditkamsel, Ditagakkum dan Ditregident pada Korlantas Polri. Tujuannya, Peningkatan keamanan lalulintas,” ujarnya.

Selanjutnya, adanya perubahan nomenklatur pada beberapa satker serta pembentukan beberapa bagian pada satker tertentu. Sehingga terbentuknya Polri yang profesional. Begitu juga dengan adanya Peningkatan tipe Polda dari tipe B ke Tipe A, 2016 Lampung, Sulsel dan Riau. 2017 NTT, Sumbar, dan Maluku. Serta mendirikan Polda Baru di beberapa daerah.