Hasto dan Megawati Tangisi Nasib Azwar Anas, Netizen: Air Mata Politik!


[PORTAL-ISLAM.ID] Pasca beredar foto dirinya yang tengah memegang paha seorang gadis, Azwar Anas memutuskan untuk keluar dari kontestasi pilgub Jawa Timur dan meninggalkan Gus Ipul sendirian.

Keputusan Anas tersebut memukul telak Partai tempat ia bernaung selama ini, PDI P.

Sekjen PDIP, Hasto Kristianto langsung menangis ketika dimintai tanggapan mengenai nasib Anas yang harus mundur dari pilgub demi menjaga nama baik.

Tak hanya itu, Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri juga turut menangis.

Menanggapi hal ini, seorang netizen twitter @bengkeldodo mengomentari bahwa air mata tersebut tak lebih dari air mata politis belaka

Berikut tulisannya.

Kian menit sajian politikus ke depan publik kian unik-unik, mempertajam seakan para warga pemilik suara adalah insan dongok, yang tak punya nalar.

Jika acuannya pidato bung karno jadi ikon nomer wahid yang sekjennya di berita, foto Yang bersangkutan tampak menagis, oala, kita kutip saja pidato Bung Karno.

Bung Karno pernah bilang, nelayan di pantai-pantai, petani di gunung-gunung punya kecerdasan hati.

Mau tertawa dan atau air mata mengalir sejatinya, warga, rakyat biasa mahfum tangis dan tertawa untuk siapa. Termasuk agaknya juga ngerti mereka air mata politik, buaya dan kesedihan ketulusan.

Berapa banyak di seluruh Indonesia di menit ini orange biasa menangis karena tak cukup bekal uang membeli obat kerabat, keluarga yang sakit? Inilah tangisan tulus apa adanya.

Khususnya Azwar Anas, paham betul kemana arah tangisan. Maka ketika ia pergi ke pasar di Banyuwangi, warga ada yang keluar air matanya. Pedagang minta ada bagian atap bocor untuk diperbaiki.

Warga memang tak banyak tuntutan untuk tangisnya. Toh selama hayat dikandung badan bisa makan, bisa berobat, bisa berusaha, dapat menyekolahkan anak di sekolah negeri, sudah cukup untuk membuat air mata happy mengalir.

Tentu beda dengan air mata poliTIKUS yang bisa menyekolahkan Anak, misalnya ke Irlandia, bisa naik herierr ter gresss misalnya.