Djarot: Durian Ucok Memang Enak, Durian Pilkada Lain Cerita!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Beberapa hari lalu, paslon koalisi PDIP-PPP untuk pilgub Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus (Djastor), dijamu dengan durian enak di warung Ucok Durian. Media online dan cetak yang menghamba kepada pasangan ini memberitakan bahwa durian yang dilahap paslon itu sangat enak. Selain itu, kata media bayaran itu, “banyak” orang yang senang dengan kehadiran Djastor. Banyak yang minta selfie.

Tak berapa jelas soal “banyak” orang yang senang di warung Ucok Durian dan yang ingin berfoto. Itu urusan media-media bayaran itulah. Paling kita bersedih, betapa resahnya Djastor untuk menjual diri mereka di pilkada Sumut.

Ada satu hal dari acara makan durian di warung Ucok Durian itu. Bahwa durian yang disantap oleh Pak Djarot memang dijamin enak. Cuma, durian itu memang disiapkan untuk menyenangkan mantan “gubernur substitusi” DKI itu. Durian pilihanlah. Pasti mantap!

Nah, sajian “durian asli” Sumut jauh berbeda. Namanya bukan Ucok Durian, tapi Durian Pilkada (Durkada). Durian ini enak kalau kita mampu meyakinkan rakyat Sumut tentang itikad kita. Kalau belum apa-apa rakyat provinsi ini sudah memiliki persepsi dan sikap, maka jangan diharap Anda bisa menikmatinya.

Durkada tidak hanya banyak duri dan keras, tetapi durinya berbisa. Sekali sengat, demam. Nah, siapa yang mampu mendapatkan Durkada yang bakal matang di akhir Juni 2018 ini?

Menurut perkiraan saya, Pak Djarot hanya bisa menikmati kelezatan durian konvensional yang disediakan di kedai Ucok Durian. Berat bagi beliau untuk mencicipi Durkada Sumut. Durian Pilkada tidak diperjualbelikan dengan mata uang rupiah sebagaimana Pak Djarot bisa membayar durian di Ucok Durian.

Durkada bukan varian biasa. Durian ini berbuah lima tahun sekali. Para petani Durkada di Sumut tidak akan menjual hasil panenan mereka kepada sembarang pembeli, apalagi pembeli dari luar provinsi.

Para petani Durkada malahan akan mempersembahkan hasil panen mereka secara cuma-cuma kepada anak-anak sekampung yang mereka kenal baik dan sudah sejak lama bergaul dengan mereka.

Jadi, sebelum Pak Djarot kena sengat Durian Pilkada, ada baiknya puas-puaskan menyantap durian yang disediakan di warung Ucok Durian.

Penulis: Asyari Usman