AKP TURKI: MODEL BARU PARTAI ISLAM MODERN


AKP TURKI: MODEL BARU PARTAI ISLAM MODERN

Dari 49% lebih perolehan suara AKP (AK Parti /Partai Keadilan dan Pembangunan) di Turki yang sedang berkuasa saat ini, partai ini hanya dipilih oleh 15% saja kalangan Islam haluan kanan pecahan Refah Party dan yang sejenisnya seperti partai MSP, MP, FP, SP, dst...

Selebihnya suara AKP diperoleh dari berbagai segmen, dan mayoritas pemilih AKP Turki justru dari basis floating mass (massa mengambang) yang kecewa kepada semua partai yang ada di Turki saat ini, bukan suara kader.

10% lagi suara AKP Turki justru limpahan suara partai oposisi utama Turki CHP (Cumhuriyyet Halk Partisi) dan partai MHP (Miliyekti Harekat Partisi).

Tiga partai inilah saat ini yang menjadi partai utama di Turki, CHP haluan kiri tengah, dan MHP haluan ideologinya kanan jauh.

CHP sebagai partai tertua yang didirikan oleh Kemal Attaturk, sampai saat ini masih kokoh dengan ideologi sekulernya dan tidak mau nego apapun, saklek dengan sekulerisme tapi gagal dalam menjawab kebutuhan rakyat.

CHP yang merupakan partai oposisi utama saat ini dipimpin Oleh Kemal Kilichdaroglu seorang ahli ekonomi, naiknya Kemal karena ketua umum CHP terdahulu Deniz Baikal tersandung skandal sex.

Setali tiga uang, partai MHP yang dipimpin oleh Dr Devlet Bahceli juga mengalami kasus yang sama yaitu asusila yang dilakukan oleh bebrapa anggota DPR dari MHP.

Dengan kondisi yang seperti ini, AKP lahir sebagai sebuah partai modern yang tidak terlalu saklek dalam masalah ideologi, tapi fokus utama partai AKP adalah menjadi solusi nyata bagi semua masalah bangsa Turki.

AKP bahkan menolak disebut sebagai partai Islam, hal ini bukan berarti AKP bukan partai Islam, tapi lebih kepada pemahaman medan di Turki yang tidak mentolerir adanya partai berbasis agama yang terlalu ditonjolkan.

Sadar akan hal ini, Erdogan dan beberapa pendiri AKP seperti Huseyin Kansu tidak mau ambil pusing masalah label, yang terpenting adalah isi.

Oleh sebab itu, AKP diurus dengan profesional dengan fokus utama dalah memajukan Turki dan mensejahterakah rakyat, agenda ini berhasil dengan sangat baik.

Setelah mampu menjadi partai yang solutif, AKP terus menerus memenangi pemilu di Turki sampai saat ini (menang 4 kali pemilu sejak 2002). Para pengurus AKP tidak heboh dengan labelling dan masalah ideologi, tapi mayoritas pengurus dan kader AKP adalah muslim yang taat.

AKP yang menajdi the rulling party nya Turki saat ini, menitikberatkan sistem pengkaderan dalam skema hibridisasi dan terbuka, AKP sudah lama membuang sistem pengkaderan yang saklek dan kaku atau dalam istilah disebut sistem sel (Verneculler system).

Haluan ideologi AKP sebenarnya adalah Konservatif demokrat, atau haluan kanan tengah, atau bisa juga disebut dengan haluan konservatif moderat.

Jika merujuk kepada tesis-tesis pakar politik dunia seperti Oliver Roy, Allan Ware atau Greg A Fealy, jelas haluan politik AKP adalah Islamis.

Oleh sebab itu, masih banyak para pakar politik dunia berpendapat, bahwa AKP adalah partainya Ikhwanul Muslimin dunia cabang Turki, sejatinya asumsi ini salah besar.

AKP adalah partai Islam model baru yang bentuknya sama sekali berbeda dengan partai Islam lainnya di dunia seperti FJP Mesir, FJD Maroko, atau PKS di Indonesia.

AKP dalam bentuk sekarang justru lebih dekat idealisme dan prakteknya ke arah partai An Nahdhoh Tunisia, terutama setelah partai An Nahdhoh memisahkan dakwah dan politik pasca muktamar ke 10 partai ini dibawah pimpinan Rasyid Ganoucci.

Menurut hemat kami, model AKP Turki dan An Nahdhoh Tunisia adalah model partai yang dibutuhkan saat ini oleh dunia Islam, dan model FJP, FJD, dan PKS sudah saatnya merubah pola dan gaya politiknya kearah sana.

Terlebih di Indonesia, saat PKS tahun 2009 sudah mendeklarasikan diri sebagai partai modern dengan platform negara madani, sebenarnya platform PKS sudah satu langkah dibelakang AKP, namun sayang, PKS bukan maju kedepan tapi justru dalam prakteknya mundur ke belakang dengan gaya politik khas haluan Islamis, sedangkan AKP dan An Nahdhoh sudah pada posisi POS Islamis.

Maka kalau kita lihat lebih dalam dan kita lakukan komparasi antara tiga serangkai ideologi partai Islam (Neo Fundamentalis-Islamis-Pos Islamis) posisi PKS saat ini masih di ideologi islamis campur neo fundamentalis, platform PKS bisa dibilang stagnan, pos islamis diatas kertas, tapi islamis dan neo fundamentalis di lapangan (dalam praktek).

Didalam tubuh PKS, Anis Matta, Fahri Hamzah dan yang modelnya setipikal dengan mereka, adalah para tokoh yang saya lihat lebih paham dengan warna Pos Islamis baik teori maupun praktek, oleh sebab itu, narasi dua orang ini kadang masih sulit dipahami mayoritas stakeholder PKS, karena mayoritas stakeholder PKS masih menganut nilai nilai lama atau sering disebut khitthah dakwah.

AKP Turki yang memimpin negara super sekuler dimasa lampau, paham betul, bahwa sibuk diskusi ideologi justru akan membuat sebuah partai masuk tempurung dan tidak mampu menghadirkan solusi nyata bagi negara.

Faktor sibuk sendiri inilah yang menyebabkan faktor utama partai Islam ditinggal oleh pendukungnya dimana saja di dunia ini, sama seperti yang dialami oleh partai berkuasa masa lalu turki CHP yang terus ngotot dengan ideologi sekuler nya.

Wallahu a'lam.

Sekian dulu....

23/01/2018

Tengku Zulkifli Usman
Analis Politik Dunia Islam & Internasional, Jakarta
contact: 081210099802