31 Januari 2018, Umat Muslim Jangan Lupa Salat Gerhana


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, M Daud Pakeh mengatakan bahwa dunia falak Indonesia tahun ini akan mengalami gerhana bulan total. Momen istimewa ini akan terjadi pada 31 Januari 2018 atau bertepatan dengan 14 Jumadil Awal 1438 Hijriah.

“Berdasarkan perhitungan tim falakiyah Kanwil Kemenag Aceh akan terjadi fenomena alam yang berkaitan dengan ibadah umat Islam berupa gerhana bulan total di wilayah Indonesia, termasuk untuk Wilayah Provinsi Aceh,” ujar Daud seperti dikutip dari laman resmi Kemenag Aceh, Jumat 19 Januari 2018.

Kemenag Aceh telah mengirim surat edaran kepada Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh tentang adanya gerhana bulan total. Dalam surat tersebut, Kemenag mengimbau agar umat Islam melakukan shalat khusuf atau shalat gerhana.

“Surat edaran sudah kita kirim ke seluruh Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh dan juga diteruskan kepada instansi terkait, ormas Islam, dan masyarakat agar melaksanakan ibadah shalat sunnah khusuf di masjid dan mushala pada waktu tersebut di atas, atau dapat dilaksanakan setelah shalat Isya secara berjamaah,” kata Daud.

Sementara, pakar Pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra menjelaskan bahwa waktu terjadinya gerhana bulan khusus untuk wilayah Provinsi Aceh akan terjadi pada awal penumbral: Pukul 17.51.15 WIB.

Awal kontak gerhana, pukul 18.48.16 WIB, mulai gerhana total pukul 19.51.05 WIB, puncak gerhana total pukul 20.29.59 WIB, akhir gerhana total pukul 21.07.53 WIB, akhir kontak gerhana pukul 22.11.41 WIB, dan akhir penumbral pukul 23.08.27 WIB.

Firdaus juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyaksikan fenomena ini langsung dengan melihat ke arah bulan purnama. Jika cuaca pada malam gerhana bulan total cerah, dia mengatakan, bulan purnama yang seharusnya berwana putih terang akan sedikit gelap dan agak kemerah-merahan.

Sementara, lanjutnya, ukuran bulan purnama ketika gerhana kali ini terlihat, akan lebih besar dari biasanya sehingga sering disebut dengan fenomena supermoon. Hal ini karena posisi bulan lebih dekat dengan bumi.

“Gerhana bulan itu sendiri terjadi karena posisi bumi berada tepat di tengah antara matahari dan bulan. sehingga cahaya pantulan matahari terhadap bulan dihalangi oleh bumi yang menyebabkan terjadinya gerhana bulan,” pungkas Firdaus.