TERUNGKAP! Inilah DALANG di Balik Ide Kereta Bandara


[PORTAL-ISLAM.ID]  Hari ini pemerintah mulai mengoperasikan kereta api bandara Soekarno Hatta via Sudirman. PT Railink yang ditunjuk secara resmi sebagai operator menawarkan tiket promo sebesar 30.000 rupiah. Sebelumnya kereta bandara tersebut pernah mengalami gangguan pada saat uji coba pada 5 Desember 2018.

Akibat gangguan tersebut, KRL Commuterline relasi ujuan Bogor-Angke sempat tertahan 45 menit di Stasiun Tebet arah ke Stasiun Manggarai.

Operator Kereta Bandara, PT Railink, melalui Direktur Utama Heru Kuswanto menjelaskan, ada gangguan teknis pada alat pantograf.

“Sangat mungkin patah tapi kan ada berbagai faktor, karena kualitas pantografnya atau karena apanya. Saya belum bisa memastikan detailnya tapi nanti tim teknis yang mengevaluasi,” ungkap Heru.

Tiket promo berlaku pada 26 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018, hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. Rencananya Jokowi akan meresmikan kereta bandara ini pada 2 Januari 2018. Pasca diresmikan harga tiket akan naik menjadi 70.000 rupiah.

“KA Bandara Soekarno- Hatta telah bisa digunakan oleh masyarakat umum sebagai uji coba berbayar mulai tanggal 26 desember 2017 sampai 1 Januari 2018,” ungkap Edi, 26 Desember 2017.

Proyek pembangunan kereta api bandara ini melibatkan tiga pihak yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura (Persero), dan PT Railink. Kereta Api Bandara Soekarno- Hatta terdiri dari 10 rangkaian/ trainset dengan kapasitas 272 penumpang di setiap trainset.

Perlu diketahui bahwa pada tahap awal operasional PT Railink baru melayani naik turun penumpang di tiga stasiun yaitu, Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Soekarno- Hatta.

“Untuk sementara waktu pada tahap awal pengoperasian KA Bandara Soetta, belum dilayani naik turun penumpang di Manggarai karena masih dalam proses pembangunan peron dan jalur KA Bandara oleh Satuan Kerja Proyek DDT DJKA Kemenhub,” tambah Edi.

Proyek yang akan diresmikan Jokowi pada 2 Januari 2018 mendatang merupakan lanjutan dari Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembanguan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Bidang Perkeretaapian masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Adapun Program MP3EI yang digagas pada waktu itu meliputi, Pembangunan MRT North- South line and East- West line, Pembangunan DTT jalur KA Manggarai- Bekasi, dan elektrifikasi Bekasi- CIkarang, Pembangunan KA Bandara Juanda (Surabaya- Pasar Turi- Bandara Juanda), Pembangunan jaringan akses kereta api ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Cilamaya, Pembangunan KA Cepat Jakarta- Surabaya, Pembangunan KA Cepat Jakarta Bandung, dan Pembangunan KA Bandara Halim- Manggarai- Soekarno Hatta.