Sampaikan Pujian ke Peserta Reuni Akbar 212, Sesepuh Katolik Sampaikan Pesan Penting


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kehangatan silaturahim yang terjalin dalam Reuni Akbar 212 rupanya turut dirasakan oleh umat Kristiani, bahkan yang bermukim di benua Kangguru, Australia.

Turut menyimak melalui linimasa media sosialnya, Antonius S. Boediono, seorang sesepuh Katolik intens memantau berbagai kondisi sosial dan politik di tanah kelahirannya, termasuk aksi bela Islam.

Meski beragama Katolik, tak sekalipun Romo Boediono, begitu eyang kakung dari 2 cucu ini akrab disapa oleh netizen, berkomentar nyinyir kepada aksi berjuta umat islam di Indonesia.

Beliau justru kerap memuji dan mendukung aksi tersebut melalui doa dan pujian secara objektif.

Seperti yang hari ini dilakukan Romo Boediono ketika terjadi reuni Akbar gerakan 212. Menjawab keinginan seorang warganet yang ingin agar Romo Boediono bergabung di Monas, pria yang sudah menjadi nahkoda rumah tangga selama 37tahun ini menjawab bijak.

"Lewat doa saja, Masku," demikian cuitnya.

Ia pun kemudian memuji seluruh peserta aksi dan menyanpaikan pesan teramat penting kepada umat Islam di Indonesia.


"bersatulah kalian dalam Iman dan taqwamu hanya kepada Gusti Allah jangan terpecah belah dan jangan mau dipecah belah. Kalian Hebat dan saya salut #Respect Tuhan Memberkati," kicaunya lagi.

"Bersatulah kalian dalam iman dan taqwamu hanya kepada Gusti Allah. Jangan terpecah belah fan jangan mau dipecah belah". Pesan ini sangat dalam maknanya.

Romo Boediomo menyampaikan pesan ini tentu setelah merefleksikan seluruh kondisi sosial politik Indonesia yang sangat gaduh, penuh intrik dan patgulipat. Bagaimana kelompok muslim lain justru nyinyir ke acara reuni ini, misalnya. Atau adanya tekanan dari pihak penguasa untuk menjegal acara umat ini.

Ah.. Damainya hati umat muslim Indonesia jika seluruh umat saling menghormati seperti halnya Romo Boediono yang memuji peserta Reuni Akbar 212 dengan kalimat sederhana,"Kalian Hebat dan saya salut. #Respect. Tuhan memberkati".

Seandainya tokoh-tokoh politik dan agama di Indonesia mau belajar dari beliau, damai negeriku, damai Indonesiaku  [*]