Rindu Kami Padamu Ya Rasul


[PORTAL-ISLAM.ID] Ibnu Asakir dengan sanad jayyid meriwayatkan, setelah Rasulullah ﷺ wafat, sahabat yang mulia Bilal ibn Rabah radhiyallahu anhu pergi meninggalkan Madinah untuk tinggal di negri Syam. Ketika Bilal singgah disebuah tempat yang bernama Badriyah, dalam tidurnya ia bermimpi jumpa dengan Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ berkata padanya: "Apakah arti ketidakramahan ini ya Bilal? Tidakkah engkau akan mengunjungiku sekarang?"

Bilal terbangun dari tidurnya dalam kondisi sedih dan cemas, lalu ia berkemas dan naik kendaraannya balik menuju Madinah, dikunjunginya makam Rasulullah ﷺ, ia menangis sambil meletakkan mukanya di makam Rasulullah ﷺ karena rindu dan haru.

Setelah itu ia menemui cucu Rasulullah ﷺ Hasan dan Husain Radhiyallahu anhuma, merangkul keduanya dan menciumnya. Kedua cucu Rasulullah ﷺ berkata kepadanya: "Kami ingin sekali mendengar adzanmu lagi, seperti dulu engkau adzan untuk Rasulullah ﷺ".

Bilal pun naik ke loteng masjid, ia tegak berdiri ditempatnya, tempat yang dulu semasa hidup Rasulullah ﷺ biasa digunakannya untuk mengumandangkan adzan.

Ketika ia mengucapkan takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar", kontan kota Madinah tersentak, seluruh penduduknya bagaikan baru mendengar kalimat kebesaran Allah. Disaat Bilal mengumandangkan kalimat "Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah", penduduk Madinah laki-laki dan perempuan, menagis tersedu-sedu karena kerinduan yang begitu mendalam kepada sosok Rasulullah ﷺ, Madinah banjir air mata disaat Bilal mengumandangkan adzan...

اللهم صل وسلم وبارك علي سيدنا محمد و علي آله و صحبه بارك و سلم

(Hubbun Nabiyyi Wa ‘Alaamaatuh - Dr Fadhl Ilahi)

Rindu kami padamu ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak dari-mu ya Rasul
Serasa dikau disini