Menunggu Anis Matta


[PORTAL-ISLAM.ID] Hari-hari ini beredar video singkat Anis Matta yang bicara tentang Inspirasi Maulid Nabi Muhammad SAW. Ketika Hari Pahlawan 10 November juga beredar video singkat Anis Matta yang bicara tentang pahlawan.

Beberapa bulan sebelumnya beredar link video taujih-taujih Anis Matta di beberapa daerah yang bicara banyak tema Al Quran.

Anis Matta timbul-tenggelam pasca lengser dari Presiden PKS. Diamnya dicari, bicaranya dinanti.

Ada kerinduan terhadap sosok Anis Matta, tapi ada juga nyinyiran terhadap Anis Matta. Unik memang sosok qiyadah yang satu ini.

Kiprahnya ketika menjadi Sekjen dan kemudian menjadi Presiden PKS memang fenomenal. Bahkan ada yang membuat stempel kepada fans-nya Anis Matta sebagai aliran “anismisme”.

Terlepas pro-kontra tentang sosok Anis Matta, yang jelas banyak pertanyaan muncul apa yang akan dilakukan Anis Matta ke depan?

Dengan kapasitas yang mumpuni, pengalaman politik yang lengkap dan kepemimpinan yang fenomenal, apa lagi yang akan dilakukan oleh Anis Matta ke depan? Misteri.

Kira-kira begitulah sebagian pertanyaan kader-kader PKS, apakah kapasitas sekelas Anis Matta harus begitu cepat tersingkir dari pentas politik nasional? Padahal jelas-jelas Indonesia butuh narasi dan pemimpin baru dalam menatap Indonesia ke depan.

Anis Matta selalu penuh kejutan, cara berfikirnya bukan cara berfikir kebanyakan orang. Cara dia mengambil sikap dan keputusan bukan cara mainstream banyak pemimpin.

Anis Matta tidak mudah diprovokasi, fitnah atau stigma negatif tidak meresahkannya. Dalam suatu kesempatan Anis Matta pernah mengatakan: “fitnah atau stigma negatif orang terhadap diri kita tidak akan memperlambat kita masuk surga, begitu juga banyaknya pujian terhadap diri kita tidak akan mempercepat kita masuk surga, yang penting kita yakin apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar dan kita senantiasa selalu yakin dalam kebenaran”.

Banyak yang memprovokasi Anis Matta untuk buat partai baru tapi Anis Matta tetap setia dengan  PKS. Banyak yang memfitnah dia akan buat partai baru, Anis Matta tetap tenang dan tersenyum. Banyak dituduh menggembosi pimpinan PKS, Anis Matta tetap berkontribusi penuh pada PKS.

Dalam diamnya Anis Matta berkarya. Dalam heningnya Anis Matta merenung. Dalam sepinya Anis Matta berfikir. Dalam hiruk-pikuk Anis Matta bekerja. Dalam fitnah Anis Matta berkontribusi.

Yang jelas, kader dan ummat menunggumu Yaa Ustadz.

(by Muhammad)