INI BARU BHINNEKA! Panitia: Reuni Akbar 212 Akan Diikuti 300 Ormas, Termasuk Ormas Non Muslim


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua panitia pelaksana reuni aksi 212, KH Misbahul Anam mengungkapkan sempat terjadi perdebatan dengan pihak kepolisian dan panitia pelaksana. Pasalnya, massa diminta untuk menggelar acara di Masjid Istiqlal, bukan di Monas.

Namun, dia menolak menggelar aksi di Istiqlal. Ia mengatakan, penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Disamping itu, jarak Masjid Istiqlal dengan Monas juga cukup jauh.

"Ketika Polri mau pindahkan ke Istiqlal, acara ini, kami keberatan karena ini acara kebinekaan. Jarak Istiqlal ke Monas cukup jauh. Selain itu rawan akan provokasi makanya kami ingin acara ini digelar di Monas," kata Misbahul saat menggelar konfrensi pers persiapan acara Maulid Nabi dan reuni aksi 2112 di Wisma PIH, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Desember 2017.

Ia melanjutkan, reuni 212 juga akan diikuti oleh ormas-ormas non muslim. Namun ketika ditanya ormas mana yang dimaksud, Misbahul enggan menjelaskan secara detil.

"Kegiatan ini lebih dari 300 ormas hadir, bahkan ada info ada juga ormas non Islam ingin ikut hadir dalam acara reuni 212. Yang jelas saya dapat info banyak ormas dari beberapa lintas agama ingin ikut gabung dalam acara besok, Protestan, Hindu, Budha, Katolik, semua menyatakan ingin ikut bergabung dalam reuni 212. Silakan kami dengan senang hati akan menerima mereka," ujar Misbahul.

Sebelumnya, panitia penyelenggara telah menyiapkan segala sesuatu untuk melaksanakan reuni 212. Penyelenggara mengklaim warga yang hadir akan melebihi jumlah massa yang hadir pada Aksi 212 tahun lalu.

"Berdasarkan laporan mobilisasi massa kantung-kantung pesantren dan ormas dari seluruh wilayah di Indonesia akan hadir dalam reuni besok. Minimal yang akan hadir akan menyamai massa 411. Tapi kami yakin massa yang akan hadir lebih dari aksi 212 kemarin," jelas Misbahul.