ILC #Reuni212 di Mata Alumni HMI: Abu Janda NOL BESAR, Denny Siregar LEBIH PARAH


[PORTAL-ISLAM.ID]  Selasa malam adalah waktunya melayuan, saya lebih memilih melihat show melayu bersama teman-teman KAHMI di Aljazeera dari pada nonton ILC. Karena Melayu telah terbukti menyatukan kita semua dengan menjadi bahasa resmi negara Indonesia.

ILC bisa saya tonton lewat youtube walaupun lebih banyak saya tidak melihatnya daripada saya mengikutinya.

Malam ini ada banyak WA ke saya untuk melihat ILC yang jarang sekali saya tonton itu.

Lalu saya melihat dari video resmi yang dipublish oleh TV One dari bag 1 sampai bagian akhir. Saya melihat dengan lengkap.

Kesimpulan saya. Pertama adalah saya harus menjelaskan posisi saya lebih dulu.

1. Dalam Pilkada kemarin saya adalah pendukung total Anies Sandi.

2. Organisasi yang saya geluti sejak mahasiswa adalah HMI dan saya lebih dekat kepada pemikiran Cak Nur.

3. Saya pendukung Anies tapi juga belajar banyak dari Cak Nur, maka saya sangat tidak mungkin menjadi anggota HTI maupun pengikutnya. Banyak hal yang saya tak sependapat dengan HTI.

4. Saya tak pernah dengar secara langsung Ustaz Felix Siauw ceramah di majelisnya. Saya juga tak pernah berdiskusi dengan Ustaz Abu Janda ketemu sekalipun tak pernah.

5 Kedua orang itu kebetulan pernah saya lihat saling berbantah melalui video yang mereka buat.

6. Malam ini saya melihat kedua orang itu berbicara secara langsung satu sama lain. tentang 212. (Saya tak ikut di 411, 212 maupun reuni 212.)

7. Kesimpiulan saya setelah mendengar keduanya berbicara:

Ternyata Abu Janda atau Permadi Arya tak punya kemampuan intelektual sebagaimana Ustaz Felix Siauw.

Jadi selama ini yang dia bicarakan via video buatannya sendiri menjadi nol besar karena secara data dalam perbincangan intelektual adalah harga mati yang tak bisa ditawar.

Abu Janda tak punya data valid dan sistematika presentasinya berantakan. Lebih cenderung provokasl daripada seorang intelektual bicara menjelaskan masalah secara rinci dengan opini yang dibangun secara argumentatif.

8. Ada satu lagi di situ bernama Denny Siregar. Yang itu lebih parah lagi. Tak perlu saya jelaskan tingkat keparahannya karena bagi Anda yang pernah mengikuti kuliah sosiologi satu semester saja, akan paham bahwa ternyata Denny Siregar tak memiliki sedikitpun konstruksi argumentasi dalam berbicara.

Jadi selama ini mereka yang tulisan maupun videonya bertebaran di medsos, masing - masing, telah terlihat dengan jelas kapasitas intelektualitasnya.

Dah gitu aja.

Penulis: Geisz Chalifah
Editor: Tim Portal Islam