Fahri Hamzah: Dicekal Hongkong, Ustadz Abdul Somad Akan Jadi Ulama Besar


[PORTAL-ISLAM.ID] Ustadz Abdul Somad dipulangkan paksa secara sepihak oleh aparat setempat begitu tiba di Bandara Internasional Hongkong.

Kejadian itu terjadi ketika Ustadz Abdul Somad saat hendak memenuhi undangan pengajian warga Indonesia di Hongkong, Sabtu, (23/12/2017).

Selepas keluar pintu pesawat sudah ada beberapa orang petugas menghadang penceramah asal Riau tersebut.

Ustadz Abdul Somad mengatakan dirinya tidak mendapat alasan jelas, kenapa pihak keamanan Bandara Hongkong memulangkanya dengan paksa.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyayangkan kejadian yang menimpa Ustadz Abdul Somad di Hongkong.

Namun demikian, Fahri menyebut justru dengan kejadian ini akan semakin membuat Ustadz Abdul Somad menjadi Ulama besar.

Berikut pernyataan Fahri Hamzah seperti disampaikan melalui akun twitternya (23/12/2017):

(1) #UstadzAbdulShomad akan jadi ulama besar. Semoga sabar menghadapi ujian. Ini fase yang harus dilalui. Pendengar dan murid beliau takkan berkurang tapi bertambah. Barokallah ya Ustadz, maju terus.  Ini tanda2 baik bagi perkembangan Islam ke depan. Amin.

(2) Tapi memang saking jahilnya (bodohnya) soal agama Islam, jangankan orang Hongkong yang jauh, orang kita sendiri banyak juga yang jahil. #UstadzAbdulShomad menurut saya sangat berterus terang dalam dakwah. Beliau apa adanya. Bahasanya tidak ada eufimisme yg bohong.

(3) Tapi jangan pertanyakan beliau soal bahasa. Beliau berbahasa Melayu yang sangat enak didengar. Sebagai orang Melayu karena itulah beliau berbahasa Indonesia yang baik dan benar. #UstadzAbdulShomad adalah guru dalam banyak hal. Waktu akan mengisahkan.

(4) Suatu hari, tidak saja Hongkong tapi seluruh dunia akan menyambut dakwah beliau. Indonesia harus berbangga punya ulama sekelas #UstadzAbdulShomad yang akan terus menjadi idola masyarakat. Barokallah.

Sebagaimana wasiat Imam Syafii:

"Carilah Ulama’ yang paling dibenci oleh orang-orang kafir dan orang munafiq, dan jadikanlah ia sebagai Ulama’ yang membimbingmu, dan jauhilah ulama’ yang dekat dengan orang kafir dan munafiq kerana ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari keredhaan Allah.” (Syaikhuna Imam Syafi'i)