Emang Ada Pemimpin yang Baik kabur dari Perlawanan? Ada. Makanya Baca Sejarah


[PORTAL-ISLAM.ID] Beberapa hari ini Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak membuat twit kontroversial di sosial media yang mendapat tanggapan rame dari netizen.

"Tidak ada pemimpin umat yang lari dari perlawanan. Hadapi," demikian ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di akun twitternya pada hari Ahad lalu, 3 Desember 2017.

Netizen pun rame menanggapi kicauan ini dan dikaitkan dengan kasus Habib Rizieq yang pergi ke Arab Saudi hingga saat ini belum balik.

Twit itu kemudian diulangi dengan pernyataan senada. "Emang ada pemimpin yang baik Kabur dari perlawanan? tida ada. dan kenapa kau kaitkan dg orang tertentu?. tetangga adalah sodara terdekat, apa pun agamanya. itu Islam yang diajarkan kapad saya dkk," kata Dahnil.

Diantara netizen ada yang memberi tanggapan. Salah satunya dari seorang advokat muslim, Dusri Mulya.

"Emang ada pemimpin baik kabur dari perlawanan? 

Banyak..

Nabi Muhammad pernah diungsikan ke Madinah dan Thaif

Nabi Isa pernah diungsikan ke Getsemany

Nabi Musa pernah mundur ke Sinai dan pergi ke Madyan

Hussein ra. pun hijrah ke Karbalah

Mengatur siasat bukan berarti kabur krn takut hadapi perlawanan..(Al Anfal: 16)," demikian ujar Dusri Mulya menjawab pernyataan Dahnil.

Membaca dan faham dengan SEJARAH adalah hal yang penting.

Betapa banyak kisah-kisah para Nabi (dan tak ada yang menyangsikan para Nabi itu adalah sebaik-baik pemimpin), tapi dalam situasi tertentu merekapun memilih untuk "hijrah" atau pergi menyingkir dari Tanah Airnya. Bukan karena takut pada rezim saat itu, tapi itulah strategi dakwah para Nabi di bawah bimbingan Ilahi.

Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, setelah 8 tahun kemudian balik lagi ke Makkah dan membebaskan Makkah (Fathu Makkah).

Nabi Musa AS terpaksa harus pergi dari Mesir menuju Madyan, 10 tahun kemudian balik lagi menghadapi Fir'aun.