Dengan 3 Bahasa, Erdogan Ekspresikan Kegembiraan Atas Keputusan PBB Menolak Yerusalem Ibu Kota Israel


[PORTAL-ISLAM.ID] ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut dengan perasaan suka cita penolakan Majelis Umum PBB atas keputusan A.S. tentang status Yerusalem.

Erdogan menulis di Twitter: "Kami menyambut dengan senang hati dukungan Majelis Umum PBB yang luar biasa untuk sebuah resolusi bersejarah mengenai Al-Quds Al-Sharif."

"Kami mengharapkan pemerintah Trump untuk membatalkannya tanpa menunda keputusannya yang tidak menguntungkan, yang secara ilegal telah ditetapkan secara jelas oleh Majelis Umum PBB," tulis Erdogan.

Erdogan menambahkan: "Atas nama saya dan orang-orang Turki, saya mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung perjuangan Palestina dan Al-Quds Al-Sharif."

Erdogan menuliskannya di Twitter dengan 3 bahasa: Bahasa Turki, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Sidang Umum PBB di New York pada hari Kamis (21/12/2017) waktu setempat memilih untuk menolak deklarasi kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Yerusalem Ibu Kota Israel.

Dalam pemungutan suara yang dilakukan 193 negara anggota dalam Majelis Umum PBB, sebanyak 128 negara menolak pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hanya 9 negara yang mendukung. Sementara 35 negara abstain.

9 Negara yang mendukung Yerusalem sebagai Ibo Kota Israel adalah: AS, Israel, Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

Dengan hasil ini, pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel batal dan tidak berlaku.

Sebagaimana diketahui, voting di Sidang Umum PBB terkait Yerusalem ini atas usulan 2 negara: Turki dan Yaman.